Sula, Transtimur.com – Mantan Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiayah (IMM) Kabupaten Kepulauan Sula, Rahmat D. Bassay mendesak Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) DPRD agar seriusi terhadap sejumlah proyek pembangunan insfrastruktur yang saat ini diduga bermasalah.
Rahmat menyoroti pembanguna empat gedung puskesmas dan sejumlah gedung Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang saat ini terancam mangkrak.
“Kami mendesak Pansus LKPJ agar tidak hanya fokus pada laporan administrasi, tapi juga turun ke lapangan untuk memastikan bahwa pembangunan Puskesmas dan sejumlah gedung SD dan SMP yang saat ini terancam mangkrak,”ujar Rahmat kepada transtimur.com, Minggu (20/4/2025).
Baca Juga: Dugaan Korupsi Anggaran Puskesmas dan Gedung Sekolah Mencuat, APH Masih Bungkam, Ada Apa?
Menurutnya, proyek-proyek fisik, itu merupakan kebutuhan dasar masayarakat di bidang Kesehatan dan Pendidikan, sehingga menjadi prioritas utama untuk diawasi. apa lagi, ketua Pansus LKPJ DPRD, Amanah Upara seorang Politisi Partai Golkar juga sebagai Akademisi (Dosen).
“Gedung Puskesmas dan Gedung Sekolah adalah pelayanan mendasar, jika bangunan saja belum selesai, maka yang dirugikan adalah masayarakat kecil. Ini bukan soal politik, tapi soal tanggung jawab sosail,”tegas Rahmat.
Ia juga meminta Pansus yang diketuai oleh Amanah Upara untuk membuka informasi seluas-luasnya kepada publik terkait hasil temuan mereka di lapangan.
Baca Juga: GMNI dan GPM Demo Dugaan Korupsi KM, Yang Mandek di Polres
“Keterbukaan informasi itu penting agar masayarakat tahu sejauh mana Pemda serius dalam pembangunan. Jangan sampai ada proyek yang hanya selesai diatas kertas, tapi di lapangan mangkrak,”sambungnya.
Lebih lanjut, Rahmat juga mengajak masayarakat untuk mengawal kerja-kerja Pansus DPRD di Desa masing-masing untuk memastikan Pansus turun lapangan.
“Kita harus kawal bersama. kalau perlu, masayarakat turun lapangan untuk melihat langsung seperti apa kondisi proyek-proyek di Desa kalian yang dibiayai dari uang Masayarakat (APBD) 2024,”pungkasnya.














