TALIABU – Massa aksi yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) memalang Kantor DPRD Kabupaten Pulau Taliabu. Senin (12/09/2022) pagi tadi
Kehadiran GPM di Kantor DPRD itu untuk melakukan hearing dengan pihak DPRD dalam rangka menindaklanjuti hasil unjuk rasa terkait kenaikan harga BBM yang digelar pada pekan lalu.
Namun sayang, kehadiran GPM tak sesuai harapan, sehingga massa aksi memblokir pintu masuk utama gedung megah itu dengan menggunakan kayu dan Police Line. Hal tersebut dilakukan lantaran massa aksi merasa geram dengan sikap “Pamalas” 20 Anggota DPRD yang tidak berkantor
“Kantor tidak dibuka, DPRD Penipu, makan gaji buta, begini sudah modelnya DPRD Taliabu hari Senin dorang (mereka) libur” geram Lisman, Ketua GPM Taliabu saat memblokir kantor DPRD
Terpisah, Sekretaris DPRD Pulau Taliabu, Amrul Badal, mengatakan jika ada anggota DPRD yang berkantor namun kehadiran mereka yang terlambat
“Mereka berkantor, hanya saja datangnya yang terlambat, buktinya tadi mereka sedang hearing bersama OKP” ujarnya saat dihubungi pewarta via WhatsApp
Amrul juga mengungkapkan jika masih terdapat sejumlah Anggota DPRD yang masih mengikuti kegiatan diluar Daerah
“Ada yang kegiatan pribadi, seperti Pak Waka I, Taufik, yang sedang Wisuda” ucapnya
Sementara Ketua DPRD, tambah Amrul, Waka II, serta beberapa Anggota lainnya masih berada diluar Daerah untuk mengikuti kegiatan Rakor dengan Kemendes
“Ketua dan beberapa Anggota masih akan mengikuti Rakor Aksi Nasional Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal bidang sarana dan prasarana dengan Kemendes selasa besok” tuturnya
Pantauan TMG, selang beberapa saat kemudian, alat yang digunakan untuk memblokir pintu masuk akhirnya kembali dibuka, dan massa aksi-pun ditemui oleh 3 Anggota DPRD diantaranya, Dedy Mirzan, M. Alnajib, dan Helfin Ware.





