Mohtar Umasugi
Akademisi STAI
Keberadaan STAI Babussalam Sula sesungguhnya memiliki makna yang sangat besar bagi masyarakat Kabupaten Kepulauan Sula, khususnya dalam menjawab keterbatasan ekonomi masyarakat. Di daerah kepulauan yang masih menghadapi tantangan ekonomi, akses pendidikan tinggi sering kali menjadi sesuatu yang mahal dan sulit dijangkau oleh sebagian keluarga. Tidak semua orang tua memiliki kemampuan membiayai anak-anaknya kuliah di luar daerah dengan biaya hidup, transportasi, dan kebutuhan pendidikan yang tinggi. Dalam situasi seperti ini, kehadiran STAI Babussalam Sula menjadi jawaban nyata agar anak-anak daerah tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus membebani kondisi ekonomi keluarga secara berlebihan.
Karena itu, saya memandang STAI Babussalam Sula bukan sekadar kampus biasa, tetapi merupakan aset pembangunan daerah yang sangat penting. Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukan hanya tentang jalan, gedung, dan infrastruktur fisik, melainkan juga tentang bagaimana daerah mampu melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas. Kampus ini telah menjadi ruang lahirnya generasi muda yang memiliki pengetahuan, kesadaran sosial, dan semangat pengabdian terhadap daerahnya sendiri. Dalam banyak keadaan, perguruan tinggi di daerah sering kali menjadi benteng terakhir harapan masyarakat kecil untuk mengubah masa depan keluarganya melalui pendidikan.
Lebih dari itu, STAI Babussalam Sula juga dapat disebut sebagai lokomotif peradaban. Sebab setiap peradaban besar selalu lahir dari dunia pendidikan dan ruang-ruang intelektual. Kampus memiliki tanggung jawab moral untuk membentuk cara berpikir masyarakat agar lebih maju, lebih terbuka, dan lebih beradab. Dari ruang kuliah yang sederhana, sesungguhnya sedang dibangun masa depan daerah. Dari diskusi-diskusi akademik yang mungkin terlihat kecil, lahir gagasan besar tentang perubahan sosial dan pembangunan negeri. Maka keberadaan kampus harus dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan Kepulauan Sula.
Memang harus diakui bahwa hingga hari ini STAI Babussalam Sula masih memiliki banyak keterbatasan, baik dari sisi fasilitas maupun pendanaan. Namun keterbatasan itu tidak pernah mematikan optimisme yayasan dan sivitas akademika untuk terus berbenah. Perlahan tetapi pasti, sistem pelayanan akademik terus diperbaiki agar semakin baik dan mampu menjawab harapan masyarakat. Sebab kampus yang bertumbuh tidak selalu dibangun dengan kemewahan fasilitas, tetapi dengan ketulusan pengabdian, semangat kolektif, dan komitmen menjaga kualitas pendidikan.
Kini, dengan segala kekurangan yang dimiliki, STAI Babussalam Sula telah menunjukkan perkembangan yang patut diapresiasi. Rata-rata dosen yang dimiliki telah berstrata pendidikan S2. Bahkan pada tahun 2025, kampus ini berhasil melahirkan tiga orang doktor, dan insya Allah pada tahun 2026 akan kembali lahir empat orang doktor baru. Ini merupakan kemajuan besar bagi kampus daerah yang tumbuh di tengah keterbatasan. Kehadiran tenaga akademik yang semakin berkualitas tentu menjadi harapan baru dalam meningkatkan mutu pendidikan dan kepercayaan masyarakat terhadap kampus.
Namun ironisnya, di tengah perjuangan membangun kualitas tersebut, masih ada pihak-pihak tertentu yang melihat STAI Babussalam Sula dengan sebelah mata. Bahkan lebih jauh, ada upaya-upaya memprovokasi masyarakat agar tidak melanjutkan kuliah di kampus ini. Menurut saya, sikap seperti itu tidak hanya melukai perjuangan dunia pendidikan, tetapi juga secara tidak langsung dapat menghambat kemajuan daerah sendiri. Kritik tentu penting sebagai bagian dari proses evaluasi, namun kritik yang sehat seharusnya bertujuan membangun, bukan menjatuhkan atau mematikan harapan masyarakat kecil yang ingin memperoleh pendidikan tinggi
Kita harus menyadari bahwa membangun perguruan tinggi di daerah kepulauan bukanlah pekerjaan mudah. Dibutuhkan kesabaran, pengorbanan, dan dukungan semua pihak. Karena itu, dibanding saling menjatuhkan, akan jauh lebih bijaksana apabila seluruh elemen masyarakat ikut memberikan dukungan moral dan gagasan konstruktif agar kampus ini terus berkembang. Sebab ketika sebuah perguruan tinggi daerah maju, maka yang paling diuntungkan sesungguhnya adalah masyarakat dan daerah itu sendiri.
Saya percaya, STAI Babussalam Sula sedang berada dalam proses menuju perubahan yang lebih baik. Mungkin jalannya belum sempurna, mungkin hasilnya belum sepenuhnya memuaskan semua pihak, tetapi kampus ini sedang berusaha tumbuh dan membangun kualitasnya secara perlahan. Semoga ke depan segala ikhtiar yang dilakukan yayasan dan sivitas akademika mampu membuahkan hasil yang tidak mengecewakan masyarakat yang telah mempercayakan anak-anaknya untuk kuliah di kampus ini. Dan semoga STAI Babussalam Sula benar-benar menjadi pusat lahirnya generasi cerdas, berakhlak, dan mampu membawa Kepulauan Sula menuju masa depan yang lebih bermartabat.














