Sula, Transtimur.com – Rido Guntoro Kembali Memimpin, Dewan Pimpinan Cabang, (DPC) Paratia Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara.
Terpilihnya Rido Guntoro pada Konfresi Cabang (Konfercab) yang diberi tema “Solid Bergerak, menyatu dengan Rakyat menuju kemenangan 2029″ Tersebut, berlangsung kidmat di Beliga Hotel Desa Fagudu Kecamatan Sanana, Selasa (9/12/2025).
Setelah Terpilih, Rido Guntoro kepada awak media menyampaikan, kesederhaan diri sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan dua periode.
“Salam sejahtera bagi kita semua, Merdekaaa. Hari ini, saya berdiri di hadapan saudara-saudara sekalian bukan hanya sebagai Ketua DPC terpilih. Saya berdiri sebagai anak negeri yang lahir dari tanah Sula, minum airnya, menghirup anginnya, dan melihat sendiri luka dan harapan rakyat di tanah ini,” katanya.
“Setiap kali saya menginjakkan kaki di desa-desa pesisir, setiap kali saya menatap wajah para petani, nelayan, dan kaum ibu yang berjuang di tengah kesederhanaan, insfratuktur yang masih banyak harus di benahi, pendidikan yang harus selalu di perhatikan, dan kesehatan masyarakat yang harus di utamakan, saya hanya punya satu kalimat di dalam hati,” sambung Rido.
Banahi Sula (Kasihan Sula), Mai La Ta Benahi Sula (Mari kita benahi Sula) lanjut Rido, Kalimat ini bukan sekadar slogan, Kalimat ini adalah panggilan nurani, Panggilan perjuangan, dan Panggilan sejarah.
“Jabatan ini bukanlah hadiah, Jabatan ini adalah amanah yang diberikan Ibu Ketua Umum, Prof. Dr. Megawati Soekarnoputri kepada kita semua dan ini merupakan tanggung jawab kita bersama-sama,” tuturnya.
“Kita tidak boleh menjadi pengurus yang hanya hadir ketika pemilu, lalu menghilang ketika rakyat menanti jawaban. Kita tidak boleh menjadi pemimpin yang sibuk di podium, tapi lupa pada jeritan rakyat di kampung-kampung,” Ujarnya.
Diawal Kepemimpinannya yang dua periode ini, Rido Menegaskan, tidak ada lagi tempat bagi kader yang tidak bergerak, tidak ada ruang bagi mereka yang hanya mencari posisi, bukan pengabdian, tidak ada ruang kompromi bagi kader yang tidak Disiplin organisasi, dan sanksi Organisasi akan ditegakkan tanpa pandang bulu bagi kader yang tidak tunduk terhadap perintah partai.
“Kita adalah PDI Perjuangan – partai yang lahir dari rahim wong cilik, Partai yang ditempa oleh penderitaan dan ditempah oleh idealisme, dan Partai yang dibesarkan oleh gotong royong, bukan ambisi pribadi,” Tegasnya.
Menurut Wakil Ketua II DPRD Kepulauan Sula itu, lima tahun ke depan, mesin partai harus hidup dari tingkat DPC sampai Anak Ranting.
“Kita akan melaksanakan Konsolidasi total tanpa kompromi, Pembersihan internal dari budaya malas dan tidak loyal, Rekrutmen kader militan yang memahami ideologi dan siap turun ke masyarakat, Digitalisasi gerak partai, termasuk membangun pasukan siber yang kuat, disiplin, dan cerdas,” Terangnya.
“Kita tidak lagi punya waktu untuk berjalan lambat. PDI Perjuangan harus menjadi kekuatan politik paling siap, paling solid, dan paling dipercaya rakyat Kepulauan Sula,” Ucapnya.
Politisi Partai Berlambang Banteng ini, Mengajak, Seluruh pihak untuk harus jujur dalam melihat kondisi di Kabupaten Kepulauan Sula.
“Saudara-saudaraku sekalian, Marilah kita jujur pada diri kita sendiri, Sula hari ini belum baik-baik saja. Nelayan masih berhadapan dengan akses pasar yang lemah, anak-anak kita masih berjuang mencari pendidikan yang layak, pelayanan kesehatan masih banyak menyisakan masalah, dan di banyak desa, rakyat menunggu pemerintah hadir secara nyata,” ungkapnya.
“Karena itu, kita memilih untuk tidak berpangku tangan. Kita memilih untuk berdiri sebagai partai penengah, ketika Pemerintah Daerah melupakan tanggung jawabnya, kita sebagai pengingat, dan kita memilih untuk berdiri sebagai mitra konstruktif, ketika pemerintah bekerja demi rakyat, yang jelas satu hal yang tidak akan pernah kita korbankan adalah kepentingan rakyat,” Tegasnya.
Rido menambahkan, Pileg 2029 bukanlah pertarungan biasa, dan Pilkada 2030 bukan sekadar pergantian pemimpin, Itu adalah momentum mengembalikan masa depan Sula ke tangan rakyat.
“Target kita jelas, mempertahankan dan meningkatkan kursi legislatif, memperluas basis suara hingga desa-desa terpencil, menyiapkan kader terbaik yang benar benar kader untuk bertarung di eksekutif, menghadirkan kerja politik yang nyata, bukan hanya poster dan baliho,”imbuhnya.
Dalam setiap langkah perjuangan itu, kita membawa satu kompas moral yakni:
- Saudara-saudaraku kader banteng, Jika Sula ingin berubah, maka kitalah yang harus memulainya.
- Jika rakyat ingin bangkit, maka kitalah yang harus mengangkatnya.
- Jika masa depan ingin dibenahi, maka kitalah yang harus turun menata.
- Tidak boleh ada keraguan.
- Tidak boleh ada perpecahan.
- Tidak boleh ada langkah mundur.
- Kita bergerak bersama.
- Kita berjuang bersama.
- Kita menang bersama.












