Said Iqbal Masuk Lingkaran Inti Prabowo, Suara Buruh Kini Punya Suara di Istana

Oleh:

Arman Panigfat, S.E., M.I.Kom, (Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Maluku Utara).

Ir. H. Said Iqbal, S.T., M.E. dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh. Pengangkatan tokoh perjuangan buruh nomor satu ini ke jajaran terdekat kepala negara menjadi sorotan utama. Pasalnya, langkah ini dianggap sebagai terobosan besar: untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia, tokoh yang lahir, tumbuh, dan berjuang seumur hidup di barisan pekerja kini duduk di ruang pengambil keputusan tertinggi negara.

Dari Pewaris Perjuangan Muchtar Pakpahan Menjadi Penasihat Presiden.

Nama Said Iqbal sudah tidak asing lagi di telinga jutaan pekerja. Ia adalah sosok yang dipercaya meneruskan dan menegakkan kembali obor perjuangan yang dulu dinyalakan oleh almarhum Muchtar Pakpahan—pendiri serikat buruh independen pertama di Indonesia sekaligus pendiri Partai Buruh.

Ketika Partai Buruh dihidupkan kembali pada 5 Oktober 2021, Said Iqbal langsung ditunjuk sebagai Presiden Partai Buruh. Di bawah kepemimpinannya, partai ini bangkit, tumbuh kuat, dan menjadi kekuatan politik yang tak terabaikan. Di saat yang sama, ia juga memegang tampuk pimpinan sebagai Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) organisasi serikat buruh terbesar dan paling berpengaruh di tanah air yang mewadahi jutaan anggota.

Kini, perjuangan panjang itu mencapai babak baru. Dari jalanan, dari meja perundingan, dari ruang advokasi, Said Iqbal melangkah masuk ke Istana Negara. Ini bukan sekadar jabatan baru, tapi kemenangan besar bagi seluruh buruh Indonesia. Akhirnya, aspirasi kami tidak lagi hanya didengar dari luar pagar, tapi ikut merumuskan kebijakan dari dalam.

Pengangkatan ini adalah bukti nyata keseriusan Presiden Prabowo Subianto yang berjanji akan membangun pemerintahan yang inklusif, yang mendengar dan memihak rakyat banyak—termasuk kaum pekerja yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional.

Harapan Besar: Upah Layak, Kerja Pasti, Kesejahteraan Nyata.

Isu yang paling ditunggu dan menjadi harapan terbesar masyarakat adalah: apa dampak kehadiran Said Iqbal di sisi Presiden?, Selama ini, tuntutan utama buruh selalu berputar pada hal-hal mendasar: upah layak yang sesuai kebutuhan hidup, kepastian kerja tanpa kontrak boros waktu, perlindungan sosial yang utuh, hingga jaminan keselamatan dan kesehatan kerja. Isu-isu ini sering kali menjadi perdebatan panas antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah.

Dengan posisi barunya sebagai penasihat presiden, Said Iqbal kini memiliki saluran langsung untuk menyampaikan, mengawal, dan memastikan isu-isu tersebut menjadi prioritas kebijakan Kabinet Merah Putih.

Kami sangat yakin, visi dan perjuangan Bapak Said Iqbal akan selaras dengan cita-cita besar Bapak Prabowo mewujudkan Indonesia Emas. Pertumbuhan ekonomi tinggi yang ditargetkan pemerintah sebesar 8 persen ke depan, tidak boleh hanya dinikmati segelintir pihak saja. Kekayaan negara harus dibagi adil, dan buruh harus mendapatkan bagian yang layak atas keringat dan tenaganya.

kehadiran Said Iqbal di lingkaran kekuasaan bukan berarti perjuangan selesai. Justru, ini adalah awal baru yang lebih strategis. Kami di daerah mulai dari Kepulauan Sula, Maluku Utara, hingga seluruh Indonesia—siap mendukung penuh, mengawal setiap langkah, dan terus memperkuat barisan. Partai Buruh dan FSPMI akan tetap menjadi kekuatan yang kritis namun konstruktif, menjaga agar janji kesejahteraan ini benar-benar terwujud di lapangan.

Langkah Bersejarah bagi Demokrasi Indonesia.

Bagi pengamat politik dan sosial, langkah Prabowo memasukkan Said Iqbal ke dalam tim penasihatnya dinilai sangat cerdas dan berani. Ini adalah pengakuan resmi bahwa kaum buruh adalah mitra strategis negara, bukan sekadar objek pembangunan.

Dengan adanya jembatan langsung antara Istana dan jutaan pekerja Indonesia, harapan kini mengarah pada perbaikan iklim ketenagakerjaan yang lebih adil, harmonis, dan sejahtera.

Selamat bertugas, Bapak Ir. H. Said Iqbal, S.T., M.E. Semoga amanah ini membawa perubahan besar. Biarkan suara buruh bergema lantang di Istana, dan hasilnya terasa nyata di meja makan setiap keluarga pekerja di seluruh Indonesia. Kini, mata jutaan buruh Indonesia tertuju pada langkah selanjutnya. Kehadiran Said Iqbal di sisi Presiden menjadi sinyal kuat: era di mana buruh hanya dianggap sebagai alat produksi sudah berlalu. Kini, buruh adalah kekuatan, mitra, dan pemegang peran kunci dalam membangun Indonesia yang lebih adil dan makmur.

Tinggalkan Balasan