Dana Rehab Mesjid Bruakol Rp 65 Juta Dipersoalkan

Transtimur.com, Sula – Pengelolaan dana rehabilitasi Mesjid Desa Bruakol, Kecamatan Mangoli Tengah, Kabupaten Kepulauan Sula, senilai Rp65.500.000 dipersolakan warga.

Pasalnya, hingga saat ini, pekerjaan pemasangan plafon mesjid belum juga diselesaikan, padahal masih terdapat sisa anggaran sekitar Rp27 juta yang disebut berada dalam pengelolaan Pj Kepala Desa Bruakol inisial SP.

Persoalan tersebut diungkapkan salah seorang warga Desa Bruakol yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Menurutnya, keterlambatan penyelesaian pekerjaan mengakibatkan masjid belum dapat difungsikan secara maksimal untuk kegiatan ibadah masyarakat.

“Masih ada sisa dana sekitar Rp27 juta untuk menyelesaikan pemasangan plafon. Tetapi sampai sekarang pekerjaan itu belum juga dilaksanakan dan sudah berlangsung kurang lebih lima bulan,” ujar warga kepada media ini, Senin (8/6/2026).

Warga menjelaskan, dana rehabilitasi masjid tersebut berasal dari fee kayu perusahaan logging yang beroperasi di wilayah Desa Bruakol pada tahun 2024.

Dana itu terdiri atas fee kayu sebesar Rp57 juta yang diserahkan pihak perusahan kepada pemerintah desa, partisipasi Manager Perusahaan, Haryono, sebesar Rp5 juta, serta partisipasi dari Sarula sebesar Rp3,5 juta.

Dengan demikian, total dana yang terkumpul untuk rehabilitasi masjid mencapai Rp65.500.000.

Dari jumlah tersebut, sekitar Rp38.500.000 telah digunakan untuk pekerjaan lainnya, sementara sekitar Rp27.000.000 disebut masih tersisa untuk penyelesaian plafon masjid.

Menurut warga, mandeknya pekerjaan berdampak langsung terhadap aktivitas keagamaan masyarakat. Selama proses rehabilitasi yang belum tuntas, warga tidak dapat memanfaatkan masjid untuk pelaksanaan ibadah.

“Kami berharap pekerjaan segera diselesaikan karena masyarakat sangat membutuhkan masjid untuk kegiatan ibadah,” katanya.

Warga juga berharap Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula dapat menaruh perhatian terhadap persoalan tersebut dengan menelusuri perkembangan pekerjaan rehabilitasi masjid.

Hingga berita ini diterbitkan, Pj Kepala Desa Bruakol Saleh Sapsuha belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga mengenai penyelesaian rehabilitasi masjid tersebut.

Tinggalkan Balasan