Sula,Transtimur.com – Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Kabupaten Kepulauan Sula pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Kepulauan Sula, berujung ricuh di depan Istana Daerah Desa Fagudu, Kecamatan Sanana.
Psalnya, terjadinya kericuan tersebut, pada saat Ketua IMM menyampaikan aspirasi dan kritik terhadap maraknya dugaan kasus korupsi yang terjadi di tubuh pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kepulauan Sula.
Kepada Transtimur.com, Ketua Cabang IMM Kepulauan Sula, Prabowo Sibela, mengaku mengalami tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh oknum anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) berinisal Stongket, Minggu (31/05/2026).
Ia menuturkan, Akibat dari tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum Satpol PP itu, dirinya mengalami luka pada bagian bibir serta gigi yang bergoyang.
“Kami datang untuk menyampaikan aspirasi terkait berbagai persoalan yang terjadi di daerah, termasuk dugaan kasus-kasus korupsi. Namun aksi ini justru berakhir dengan tindakan yang kami anggap represif,” ungkap parabowo.
Menurutnya, aksi unjuk rasa ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap berbagai dugaan praktik korupsi yang dinilai merugikan masyarakat dan menghambat pembangunan di Kabupaten Kepulauan Sula.
“IMM mendesak aparat penegak hukum untuk serius mengusut berbagai kasus yang menjadi perhatian publik” tegas Prabowo.
“IMM Kepulauan Sula mendesak APH agar peristiwa itu diusut secara transparan dan pihak yang terbukti melakukan kekerasan terhadap peserta aksi diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” Tutupnya.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Satpol PP maupun Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula terkait dugaan pemukulan terhadap Ketua Cabang IMM.