Jakarta, Transtimur.com – Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta bukti setelah masuk dalam daftar finalis “Person of the Year 2024” kategori Kejahatan Organisasi dan Korupsi, versi Crime and Corruption Reporting Project (OP), kembali mendapat tanggapan dari pengamat politik, Rocky Gerung. Jokowi sebelumnya mengungkapkan bahwa dirinya sering difitnah, dan menyatakan bahwa tuduhan terhadapnya sebagai tokoh terkorup dunia tidak memiliki dasar yang jelas.
Dalam sebuah video di kanal YouTube-nya, Rocky Gerung mencermati reaksi Jokowi ketika ditanya oleh wartawan mengenai tuduhan tersebut. Menurut Rocky, Jokowi tampak menahan rasa jengkel ketika disinggung soal cap buruk yang diterimanya dalam nominasi tersebut.
“Jokowi meminta bukti soal tuduhan dirinya sebagai koruptor, namun saya rasa tidak ada bukti hukum yang bisa membuktikan hal itu. Rezim yang ada saat ini, menurut saya, telah membentuk sistem yang otoriter,” ungkap Rocky.
Lebih lanjut, Rocky meragukan bahwa hukum di Indonesia bisa membuktikan Jokowi sebagai koruptor, karena menurutnya, hukum sekarang telah dikendalikan oleh penguasa. Meski demikian, Rocky menilai Jokowi bisa saja mengajukan protes kepada lembaga OP terkait cap buruk tersebut.
“Silakan Pak Jokowi protes. Sebagai mantan presiden, kita tidak ingin Jokowi disesatkan oleh opini publik dunia. Jika memang ada yang merasa ini penyesatan opini, Pak Jokowi bisa menuntut para jurnalis internasional,” ujar Rocky.
Namun, Rocky menegaskan bahwa sejatinya Jokowi tidak bisa dituntut, karena data yang digunakan dalam laporan OP berasal dari serangkaian fakta yang telah tersedia dari berbagai sumber yang sah.
“OP tidak punya kepentingan apapun untuk menjelekkan nama Jokowi. Mereka hanya menyajikan fakta,” tambahnya.
Isu mengenai nominasi Jokowi sebagai tokoh terkorup dunia terus menjadi perbincangan hangat di media, mengundang beragam tanggapan dari berbagai pihak. Jokowi sendiri telah menyatakan bahwa dirinya siap untuk menghadapi fitnah-fitnah yang datang selama masa pemerintahannya.
Dalam kesempatan tersebut, Rocky Gerung menyarankan agar Jokowi menanggapi tuduhan tersebut dengan langkah hukum yang lebih konkret, jika merasa opini publik yang berkembang merugikan namanya.














