Halsel, Transtimur.com – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Halmahera Selatan sukses menggelar Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Diklatcab) serta Forum Bisnis Cabang (Forbiscab).
Kegiatan yang diberi Tema “Transformasi Wirausaha Muda: Inovatif, Kreatif dan Kompetitif tersebut menghadirkan sejumlah narasumber itu berlangsung dinamis, salah satunya Kepala Bidang Penempatan Ketenagakerjaan Dinas Transmigrasi Halmahera Selatan, Erwin Dodengo, dalam dialog interaktif, Rabu (01/10/25).
Dalam paparannya, Erwin menyampaikan garis-garis besar mengenai peluang usaha, mulai dari skala menengah hingga menengah ke atas. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan pengusaha muda dalam membuka lapangan kerja baru.
“Di Dinas Transmigrasi, kami telah memberikan pelatihan kerja kepada masyarakat serta menyalurkan berbagai bantuan kepada pengusaha kecil. Total ada 36 bantuan yang sudah diberikan,” ujarnya.
Selain bantuan dari kabupaten, Erwin juga menyebutkan adanya dukungan dari pemerintah provinsi hingga pusat. Untuk bantuan pusat, masyarakat dapat mendaftar melalui aplikasi SiapKerja yang telah disiapkan pemerintah.
“Bantuan pusat sudah kami usulkan sebanyak 83 orang, dan masing-masing penerima memperoleh Rp5 juta,” tambahnya.
Lebih jauh, Erwin mengungkapkan bahwa Dinas Transmigrasi Halmahera Selatan juga tengah mengusulkan rancangan peraturan daerah (Perda) tentang hak dan perlindungan tenaga kerja. Menurutnya, langkah ini merupakan komitmen daerah dalam memberikan kepastian hukum dan perlindungan kepada para pekerja.
Menariknya, Erwin juga menyampaikan bahwa angka pengangguran di Kabupaten Halmahera Selatan saat ini tercatat hanya sekitar 2.0 persen. Angka tersebut menempatkan Halmahera Selatan sebagai kabupaten dengan tingkat pengangguran terendah di Maluku Utara.
Kegiatan Diklatcab dan Forbiscab HIPMI Halmahera Selatan ini diharapkan menjadi wadah strategis bagi para pengusaha muda untuk bertukar gagasan, membangun jejaring, serta memperoleh wawasan baru dari para pemangku kebijakan dan pelaku usaha.






