Halteng, Transtimur.com – Sekertaris Daerah (Sekda) Halmahera Tengah, Maluku Utara, Bahri Sudirman, meluruskan pemberitaan terkait dugaan mandeknya 14 program pendidikan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Halteng Tahun Anggaran 2024. Minggu, (31/8/25).
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak macet total sebagaimana diberitakan, melainkan sebagian telah terealisasi, sebagian lainnya belum rampung, bahkan ada yang tercatat dalam SIPD dengan nilai nol akibat keterlambatan input data. Kondisi itu membuat sejumlah program tidak bisa diproses dalam permintaan anggaran.
“Jadi tidak benar kalau 14 item kegiatan pendidikan dikatakan tidak jalan. Ada regulasi yang mengatur realisasi, dan kegiatan yang tertunda akan tetap diluncurkan pada tahun 2025,” tegas Sekda Bahri Sudirman.
Hal senada, juga disampaikan oleh Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dikbud Halmahera Tengah, Junaidi Gailea, yang menegaskan program yang belum tuntas sudah masuk dalam alokasi anggaran 2025 dan akan segera dilaksanakan.
“Pemerintah daerah halmahera tengah memastikan bahwa program pendidikan tetap berjalan lancar dan sesuai dengan regulasi yang berlaku,” ujarnya.
Junaidi juga menyoroti terkait isu macetnya program pendidikan tersebut. Ia mengatakan bahwa isu tersebut tidak benar adanya. Sehingga isu tentang macetnya program pendidikan dibantah.
“Sekali lagi isu yang beredar tidak benar,” tandasnya.






