Halteng, Transtimur.com – Ketua TP. PKK Kabupaten Halmahera Tengah, Ny. Rallia Ikram Sangadji menekankan perlu adanya langkah-langkah untuk melakukan pencegahan terhadap stunting di kabupaten Halmahera Tengah.
Hal tersebut disampaikan Ny. Rallia Ikram Sangadji, saat ditemui wartawan usai melantik Pokja Bunda PAUD, Bunda PAUD Kecamatan dan Desa, serta Ketua Tim Pembina Posyandu Kecamatan dan Desa, di Ruang Aula Salahuddin Bin Talabuddin Kantor Bupati pada Senin (25/08/2025).
Menurut Ny. Rallia Ikram Sangadji, untuk mencegah permasalahan stunting harus dilakukan sejak awal, yaitu dengan pendidikan pra nikah antara calon pasangan suami-istri yang siap menikah dan edukasi tentang pernikahan, serta pemantauan kesehatan selama kehamilan.
“Kalau kita mau memutus mata rantai stunting di Kabupaten Halmahera Tengah itu dari kehamilan, dari janin itu ada di dalam kandungan, kita sudah mengikuti perkembangan,” ujarnya.
“Apakah bayi ini dia lahir dengan sehat atau dia lahir dengan kelainan, yaitu yang disebut dengan stunting,” sambungnya.
Ketua TP. PKK Kabupaten Halmahera Tengah, menyebutkan bahwa setelah bayi itu lahir, perkembangan bayi akan dipantau melalui Posyandu setempat, dari mulai posyandu di tingkat Kabupaten/Kota, tingkat Kecamatan dan Tingkat Desa.
Beliau juga menyebutkan bahwa, ini bagian dari kolaborasi dirinya sebagai ketua tim penggerak PKK, sebagai Bunda PAUD, sebagai ketua posyandu,
serta pemerintah dan semua stakeholder. “Harapan saya dari situ, jadi sekarang sudah mulai kita benahi satu-satu. Dan ada juga kita ikuti terus, perkembangannya sudah bagus,” akunya.
Ny. Rallia Ikram Sangadji, mengungkap bahwa masalah stunting sering kali mengakar dalam kondisi anak masih dalam kandungan. “Rata-rata saya lihat di sini, masalahnya stunting itu dari anak itu di dalam kandungan. Kenapa demikian? Karena tadi kurangnya gizi, pola asu dan asupan,” ungkapnya.
Ia berharap ke depan, dengan kerjasama yang baik dan kerja keras bersama, diharapkan dapat menuntaskan masalah stunting di Halmahera Tengah.
“Insya Allah ya, semoga dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah kabupaten, kecamatan dan desa, serta partisipasi aktif masyarakat, target untuk mengurangi masalah stunting dapat tercapai,” ucapnya.
Beliau juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ketua TP. PKK Provinsi Maluku Utara di pelantikan dan pengukuhan Pengurus TP. PKK dan Bunda PAUD se-Kabupaten Halmahera Tengah.
“Hari ini is the best ya, luar biasa untuk Bunda Paud provinsi, dari Jakarta landing langsung ke Halmahera Tengah itu luar biasa demi Halmahera Tengah,” tutupnya.
Sementara itu, Ny. Rusni Sarbin, Ketua TP. PKK Provinsi Maluku Utara, menambahkan dirinya meyakini bahwa dengan kerja sama yang baik, TP.PKK Provinsi Maluku Utara dapat berkontribusi dalam menuntaskan stunting di Halmahera Tengah.
Ia mengatakan, dengan melalui pokja dan bidang-bidang yang ada, TP PKK dapat bekerja sama dengan Tim Posyandu Provinsi untuk menjalankan program-program yang terkait dengan pencegahan stunting.
“Dan disini selain daripada Ketua Tim Penggerak PKK beliau juga dan bahkan saya sebagai Tim Posyandu Provinsi juga memiliki program keterkaitan dengan tadi,” katanya.
Ia berharap, semua 10 kabupaten/kota jika punya komitmen bersama, dapat meminimalisir angka-angka stunting. “Sehingga tadi. Apa yang menjadi tujuan kita boleh jadi pada titik zero yang kita harapkan,” pungkasnya.
Bunda PAUD Provinsi Maluku Utara, Ny. Rusni Sarbin menyampaikan pesan singkat, namun penuh makna, “Yakin Usaha Sampai,” tutupnya.














