Rektor UMMU Ternate Izinkan Orang Tua Dampingi Anak Mereka di Acara Wisuda, Tapi Dengan Syarat ini

Rektor UMMU Ternate, Prof. Saiful Deni

Transtimur.com – Diduga gedung belum memadai, peserta wisuda Universitas Muhammadiayah Maluku Utara (UMMU), melakukan aksi penolakan di depan kampus, pada Sabtu (19/6/2021). Bahkan pihak orang tua pun tak di izinkan masuk untuk dmpingi anak mereka.

Padahal anggaran pendaftaan wisuda sebesar Rp.3.750.000,00, per orang namun gedung yang disewakan unttuk acara wisuda dipakai seadanya. bila dibandingkan dengan anggaran pendaftaran Tahun sebelumnya sebesar Rp 3.5000,00 tetapi gedung yang disewakan agak mewah

“pelaksanaan wisuda kali ini kami dibatasi tanpa ada konfirmasi atau sosialisasi terhadap mahasiswa yang akan di wisudakan pada senin (21/6/2021). juga orang tua kami tidak bisa hadir dalam gedung,”kata salah seorang mahasiswa yang akan diwisudakan, Adam.

“Tuntutan kami harus ada orang tua yang mendampingi wisudawan/wisudawati saat acara di laksanakan, kan kasian orang tua kami datang dari kampung namun tidak bisa mendampingi anaknya pada saat wisuda,”jelas Adam

Adam bilang, bahwa mereka mengatahui hal itu pada saat gladi, kemudian ada informasi yang di tempel bahwa orang tua tidak bisa hadir. alasan pihak kampus bahwa ini masih dalam pandemi Covid-19 dan lainya, tuturnya.

“Berdasarkan hasil hearing tadi bahwa para orang tua bisa hadir tapi harus tes antigen, biayanya di luar tanggungan universitas tapi kalau peserta wisuda tes antigen di gratiskan,”ujarnya.

Ia meminta, pihak kampus mengizinkan orang tua dari 300 orang yang akan diwisudakan nanti bisa masuk ke dalam gedung wisuda tanpa ada beban yang diberikan. pihaknya mengancam aksi penolakan wisuda akan terus berlanjut bila mana pihak kampus tidak mengizinkan orang tua mereka tidak bisa mendampingi di dalam gedung, tegas Adam.

Selain itu, Rektor UMMU Ternate, Prof. Saiful Deni, saat dikonfirmasi transtimur.com, sabtu (19/6/2021) mengatakan, dari pihak mereka yang akan di wisudakan meminta orang dari 300 peserta wisuda harus masuk semua dalam gedung. setelah kami nego lagi bahwa orang tua bisa  masuk tetapi harus dengan mematuhi protokol covid-19 yang ketat.

“antigen itu wajib dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yaitu menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan (3M),”kata Rektor Prof Saiful.

Sedangkan untuk tes antigen, Rektor mengatakan, bagi peserta wisuda di tanggung oleh pihak kampus namun bagi orangtua mereka itu diluar tanggungan kampus, ujarnya.

“Larangan itu dari tim gugus covid-19, yang kemarin menyurati kami dengan merebahnya wabah ini, maka hanya di batasi 300 orang saja, orang tua peserta tidak bisa masuk dalam gedung namun dirinya tetap lakukan negosiasi kepada tim gugus covid-19, agar bisa masuk dengan syarat harus mematuhi prokes yang ketat. nsya Allah kalau tidak ada halangan hari senin proses wisuda tetap akan dilaksanakan, tutup Rektor Ummu, (ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *