Warga Minta Pemda Halteng Copot Camat Pulau Gebe Dari Jabatannya

Halteng, Transtimur.com – Warga Pulau Gebe menuntut tegas Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Tengah, untuk segera mencopot Usba Kamaraja dari jabatannya sebagai Camat Pulau Gebe.

Permintaan warga kepada Pemda Halteng ini, setelah warga mendapat perlakuan tidak berakhlak dari seorang Camat Usba Kamaraja. Pernyataan yang dipertontonkan oleh Usba Kamaraja dinilai tidak etis setelah melontarkan sebuah narasi yang dianggap tidak beretika yaitu “Mengusir Warga Gebe di Kediaman Mes Gebe Kota Weda”. Kejadian ini pun terjadi di Jam 3 sore, sekitar pukul 15.00 Wit.

Warga Gebe merasa bahwa Camat Gebe seharusnya melakukan koordinasi dan komunikasi yang baik sebelum meminta warga keluar dari Mes Gebe. Mengingat bahwa warga sudah lebih dulu menempati Mes Gebe tersebut. Warga pun merasa permintaan Camat Gebe terkesan kurang bijak dan tidak mempertimbangkan perasaan warga. Apalagi permintaan tersebut, disampaikan dengan cara yang dianggap kontroversial dan mengusir.

“Dan sangat disayangkan seorang pejabat camat melontarkan pernyataan seperti itu, seorang pemimpin harus mampu memposisikan diri baik dari setiap ucapan, langka maupun tindakan,” ujar Naryo kepada Transtimur Kamis, (23/10/2025).

Atas nama Pemuda Pulau Gebe, Naryo juga menyampaikan kepada seluruh warga masyarakat bahwa Mes Pulau Gebe di Weda ibu Kota kabupaten Halmahera Tengah, diberikan oleh Pemda Halteng sebagai tempat persinggahan bagi warga masyarakat Gebe. Hal tersebut, bahwa siapa pun yang berasal dari Gebe berhak untuk menempati Mes tersebut.

“Dalam hemat kami menilai bahwa Narasi tak beretika yang dipertontonkan oleh seorang pejabat publik dalam hal ini Camat Gebe tidak menunjukkan sikap seorang pemimpin,” lanjut Naryo.

Ia menilai, bahwa alasan Camat Gebe meminta warga Gebe keluar dari Mes Gebe demi rombongan anak sekolah yang akan mengikuti lomba dalam rangka HUT ke-35 tahun Kabupaten Halmahera Tengah. Namun, Mes Gebe tersebut diperuntukkan bagi warga Gebe, sehingga prioritas utama seharusnya adalah warga Gebe itu sendiri.

“Namun bagi kami Camat Gebe harus koordinasi dan komunikasi yang baik serta sampaikan ke orang Gebe yang terlebih dahulu menempati Mes Gebe secara baik agar saling memahami dan tidak menimbulkan kegaduhan,” tuturmya.

“bukan dengan spontanitas melontarkan pernyataan kontroversial usir mengusir warga Gebe oleh Camat Pulau Gebe Sendiri, memangnya yang menempati Mes terlebih dahulu mereka bukan orang Gebe, sehingga seenaknya Camat Gebe main usir mengusir,” pungkas Naryo.

Dengan adanya hal tersebut, keluhan warga menggarisbawahi kegagalan seorang pemimpin untuk memposisikan diri dengan bijak. Sikap tersebut menjadi sorotan, terutama mengingat posisi Usba Kamaraja sebagai pejabat publik.