Halteng, Transtimur.com – Warga Pulau Gebe, Halamhera Tengah, yang tergabung dalam Aliansi Peduli Masayarakat Gebe (APMG) menggelar aksi protes terhadap PT. PLN (Persero) perwakilan Gebe. Protes ini dipicu oleh buruknya pelayanan listrik yang kerap padam dengan alasan habisnya stok Bahan Bakar Minyak (BBM). Dalam aksi tersebut, warga menilai alasan habisnya stok BBM tidak masuk akal.
Menurut masa aksi, kapal pengangkut BBM (tengker) baru saja mengisi tangki penyimpanan BBM jenis solar, namun pasokan BBM mendadak dinyatakan habis sehingga listrik padam.
“Setahu kami, minyak solar baru saja diisi ke tangki penyimpanan, kok tiba-tiba dibilang stok habis? Ini tidak logi!,”tegas salah satu warga yang tergabung dalam masa aksi yang digelar pada Rabu (18/12/2024).
Warga menuding PT.PLN Gebe tidak serius menangani kebutuhan dasar masyarakat. Pemadaman listrik yang terus terjadi dinilai merugikan masayarakat dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
“Pelayanan PLN disini (Gebe) sangat buruk. Padahal BBM solar selalu diisi kapal tanker secara berkala tapi kenyataannya listrik tetap sering padam. Ini memicu kemarahan kami sebagai warga pulau gebe,”tambah salah seorang warga lainnya.
Aksi ini juga diwarnai tuntutan keras kepada PLN Provinsi Maluku Utara untuk segera mencopot Kepala PLN Pulau Gebe, karena dinilai lalai dan tidak transparan dalam mengelola pelayanan listrik di wilayah Gebe.
“Kami minta kepala PLN Gebe dicopot karena dianggap tidak mampu bekerja dengan baik. Listrik adalah kebutuhan vital masayarakat, dan menejmen yang buruk ini tidak bisa dibiarkan,”ujar salah satu orator aksi.
Tuntutan Resmi Warga Pulau Gebe
- Evaluasi total kinerja kepala PLN Gebe
- Copot kepala PLN Gebe
- DPRD Halteng diminta segera menyelidiki dugaan mafia minya.














