Transtimur.com — Masyarakat desa fatce kecamatan Sanana meminta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dorong ke Pemerintah Daerah (Pemda) Kepulauan Sula bangun rumah adat soa gareha.
Hal itu di ungkap oleh salah satu warga Anto, saat mengikuti kegiatan Reses DPRD Dapil Satu Ramli Sade, penutupan masa sidang satu, Kamis (30/12/2021), malam.
“kami meminta kepada bapak Dewan untuk nantinya dorong ke Pemda agar membangun rumah adat soa garaha yaikni Rumah Adat Suka Fagud, Suku Fahu, Suku Mangon dan Suku Fatce, sehingga nantinya ada tempat pelestarian adat di masing-masing suku,”pinta Anto.
Hal Senada juga di sampaikan oleh Imam Desa Fatcei, As’at Suamole, yang memberikan apresiasi kepada DPRD Kepulauan Sula yang memeliki kepedulian dalam melestarikan adat Sula yang di nilai makin hari jauh dari generasi Sula
“Menyangkut dengan persoalan melestarikan adat Sula, mulai dari bahasa daerah Sula yang sebentar nanti Perdanya sudah di sahkan,”kami sangat apresiasi karena Masi ada kepedulian terkait pelestarian adat Sula,”kata Imam Desa Fatce, As’at Soamole.
Selain itu, As’at juga meminta agar melalui perwakilan DPRD Ramli Sade ini agar perjuangkan ke Pemda Sula untuk memprioritaskan Imam Soa Gareha di Mesjid Raya Sanana.
“Mesjid Raya Al Istiqomah merupakan mesjid raya Sula sekaligus mesjid adat Sula, sehingga kami berkeinginan kedepannya kami imam soa garaha tidak disepelekan dan harus di prioritaskan, kami berkeinginan selain dari Komposisi Kemenag, MUI, NU namun imam soa gareha juga harus di periotaskan kedepannya sehingga juga tidak terkesan mesjid raya itu hanya kami gunakan saat adat misalya sholat idul Fitri setelah itu Pemda tarik kembali,” Tegasnya
Sementara, Kepala Desa Fatce Nurdin Drakel, juga menyampaikan terkait beberapa infastruktur desa yang di butuhkan dan belum di sentuh oleh Pemda Sula
“Saat ini di RT 12 di butuhkan pembagunan musollah karena akses ke mesjid sangat jauh, kemudian drainase juga di butuhkan di RT 12 ketika musim penghujan terjadi genangan disana, yang terahir mesjid Nur hidayah juga saat ini ada beberapa tempat yang bocor dan juga membutuhkan kanopi olehnya itu kami berharap agar ini bisa di dorong di awal anggaran nantinya supaya cepat di akomodir oleh Pemda Sula,” Harapnya
Terpisah Anggota DPRD Kepulauan Sula Ramli Sade, saat yang sama juga menyerap semua aspirasi masyarakat Desa Fatce kecamatan Sanana
“Menyangkut bahasa daerah Sula benar saat ini kami Bapemperda sudah membahas dan untuk tenaga pengajarnya kami rencanakan mendorong guru-guru pensiunan untuk menjadi tenaga pengajar,”beber Ramli.
Politisi Partai Berkarya ini mengatakan bahwa usulan menyangkut rumah soa gareha dan imam soa gareha kami akan perjuangkan, kemudian juga soal kesejahteraan imam dan badan sara kami juga terus perjuangkan semoga akan sama dengan pemerintah desa di tingkat kadus dan kasi per 3 bulan enam juta sembilan puluh ribu.
“menyangkut usul pembangunan tadi insya Allah saya perjuangkan nantinya di DPRD, dalam reses pertama musollah di depan polres sudah di kerjakan dan mugkin juga sudah rampung semoga reses ini juga bisa di akomodir,”tutupnya (red)














