Transtimur.com – Komsi III DPRD Kota Ternate, Maluku Utara, melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pemukiman (PUPR) pada Kamis (23/12/2021).
Pasalnya, RDP tersebut untuk membahas persoalan pembangunan dermaga Hiri dan pemasangan 20 buah tetrapod di tahun ini (2021) dan kesiapan pemasangan tetrapod tahun 2022 sebanyak 600 buah.
“Hiri tadi itu kan kami siap eksen dan hari ini sudah mulai dicetak 20 buah tetrapod dan nanti di tahun 2022 dilanjutkan pencetakan dan pemasangan 600 tetrapod,”katanya.
“pelabuhan hiri harus ditargetkan untuk perubahan anggaran ke dua karena kendalanya cukup besar, anggaran pembangunan pelabuhan Hiri Rp.1,2 miliar,ujar Isnain.
Dikatakan, karena waktu yang sangat singkat di tahun ini maka tetrapod hanya bisa di cetak sebanyak 20 buah dan 600 buah lainnya dicetak pada pada tahun 2022. Anggaran tetrapod 600 buah ditaksir mencapai Rp 4 miliar.
Terpisah, Ketua Komisi III DPRD Kota Ternate, Anas U Malik mengatakan bahwa kami melakukan RDP dengan PUPR dan Unit Layanan Pengadaan (ULP) barang dan jasa terkait kesiapan pengadaan fisik tahun anggaran 2022.
“Jadi kami mengundang ULP untuk meminta pejelasan terkait sejuah mana kesiapan pengadaan fisik tahun 2022,”jelasnya.
Anas menyebutkan, ada tiga iten kegiatan yakni persiapan juknis/teknis, persiapan UPL/UKL dan pembuatan tetraport khusus anggaran APBD 2021.
“pada 9 desember dikeluarkan surat perintah kerja karena itu, APBD 2021 pihak PUPR sudah menyiapkan mal pembuatan tetrapod untuk dikerjakan tetapi Volumenya belum mencukupi”.
Karena persiapan belum cukup maka di butuhkan APBD tahun 2022 untuk persiapan pengecoran dan peletakan tetrapod kedalam laut dan dirinya juga memastikan pembangunan penahan ombak dermaga hiri tahun 2022 sudah di tuntaskan, tandasnya
Anas bilang, terkait dengan pembuatan tetrapod tahun anggaran 2022 belum diketahui secara rinci penggunaan anggaranya karena DPA belum keluar sehingga belum bisa dipastikan.
Penjelasan secara global saat RDP tadi ada dua tahapan anggaran karena yang pertama belum ada eksen dilaut karena masih dalam persiapan tetrapod, kedua dokumen UPL/UKL sudah selesai dan surat perintah kerja sudah ada, kisahnya.
Seraya ia tambahkan, dirinya juga mendesak pihak PUPR di tahun 2021 agar segera menyelesaikan pekerjaan tersebut karena berhubung waktu yang singkat.
“tadi kami meminta dari ULP agar memproritaskan perencanaan dokumen tahun 2022 agar penambahan tetrapod sudah bisa di letakan”, tutup, Anas U Malik














