Transtimur.com – Polres Kepulauan Sula, melaukam rapat kordinasi dengan sejumlah instansi terkait. diantaranya, TNI, Satpol PP, Dishub, Dinkes, Basarnas dan Syahbandar. Rapat kordinasi tersebut untuk membahas kesiapan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Jadi tadi saya rapat koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka Natal dan Tahun Baru (Nataru). Rapat ini melibatkan unsur terkait karena Nataru,” Kata AKP Mirsyan Yasiin kepada awak media Kamis (23/12/2021).
Yasin mengatakan, pengamanan malam natal pihak Polres membuka pos pelayanan terpadu di pelabuhan dan terminal. Yasin katakan, saat pelaksanaan ibadah Natal Natal maka gereja perlu dilkukan pengamanan.
Kemudian lanjut Mirsan, di tiap-tiap polsek itu masing-masing polsek membuka pos pengamanan yang di pusatkan di posko polsek itu sendiri. Untuk pusat keramaian yang terpadat di dalam kota adalah taman Wansosa. misalnya kemarin kita sempat bubarkan sebagian yang berkerumun karena melanggar prokes akhirnya pecah dua satu ke swering dan satunya tetap di taman Wansosa.
“Nanti pada saat pengamanan malam tahun baru pasti ada pusat keramaian yang di tentukan oleh pemda untuk memperingati akhir tahun, mungkin di Istana Daerah (Isda) atau bisa di tempat lain tapi skarang belum ada koordinasi tentang itu. tapi dengan catatan kami tetap berupaya melakukan pengamanan dengan memperhatikan prokes,”tuturnya.
Mirsan bilang, Tadi juga saya sudah koordinasi bahwa pos terpadu melibatkan unsur terkait yakni TNI/POLRI, Basarnas, Satpol PP, Damkar, Dinas Kesehatan, Dinas perhubungan Laut maupun Darat itu akan di tempatkan di sana.
Mirsan melanjutkan, bahwa tugas pokok kami sebetulnya adalah sebelum melakukan operasi lilin harus lakukan operasi pekat tapi karena anggaran instansi dan lembaga di revokusing makanya anggaran untuk operasi pekat tahap 2 tidak ada.
“Setiap operasi terpusat ada awal operasi kewilayahan itu operasi pekat (Operasi Penyakit Masyarakat) tapi tetap saya sarankan tadi ke DKP3 dan dinas perhubungan laut tetap melaksanakan razia di pelabuhan apabila menemukan yang bawa minum keras itu tangkap dan serahkan ke kami dan barang bukti berupa minuman keras akan kami musnahkan di akhir tahun,”Ujarnya.
Mirsan berharap, marilah kita merayakan Nataru (Natal & Tahun Baru) ini dengan aman, hindari kerumunan marilah kita jaga Harkamtibmas di wilayah Kepulauan Sula ini, supaya kita dapat menggapai sesuai dengan program pemerintah Sula Bahagia, Sula Sejahtera.
Sekedar informasi kata Mirsan, bahwa dari Januari sampai saat ini Polres Kepsul telah menyita barang bukti berupa minuman keras sebanyak kurang lebih 4000 botol, barang bukti tersebut nanti di musnahkan di akhir tahun.
“Nanti kita lihat momen-momen yang bagus kita panggil tokoh masyarakat dan Forkopimda untuk menyaksikan,” Bebernya.
Mirsan mengatakan, Minum keras yang di sita polres ini sebagian beredar dari luar. Motif edarannya bermacam-macam ada yang di buang di laut, di tangkap di atas kapal dengan alasan barang tersebut tanpa pemilik, Paling banyak biasanya beredar dari Manado tapi tidak menutup kemungkinan di Sula banyak pintu-pintu masuk yang tidak mungkin kita caver semua kalau tidak ada bantuan dari masyarakat karena hampir rata-rata disini kan lokal job.
“Untuk itu malam tahun baru kami akan lakukan Patroli gabungan TNI/Polri dan Satpol PP untuk mengurangi hal-hal yang tidak kita inginkan,”Tutup Mirsan.














