Transtimur.com –Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menerima bantuan Operasional (Bos) Afirmasi Tahun Anggaran (TA) 2021 di Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Maluku Utara sebanyak 35.
Kepala Bidang Pendidikan, Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kapsul Aliyudin Saat di konfirmasi di ruang kerjanya Selasa (14/12/21) menyampaikan, kuota Bos Afirmasi di Kabupaten-Kota berfariasi. untuk Kuota di Kepulauan Sula sebanyak 35 sekolah SD dan SMP.
SD yang menerima Bos Afirmasi sebanyak 23 dengan nilai 40 juta per SD kali 23 total 920 juta. untuk SMP penerima Bos Afirmasi sebanyak 12 dengan nilai sebesar 480 juta. total keseluruahan SD dan SMP sebesar Rp 1.400 juta
“itu cuman afirmasi saja, untuk SD sebanyak 23 sekolah dan SMP sebanyak 12 sekolah anggrannya masing-masing Sekolah 40 juta,”ungkap Aliyudin Fatahudin.
Lanjut Aliyudin, anggaran tersebut dibelanjakan langsung oleh pihak sekolah, kemudian pihak sekolah menitipkan barangnya ke kantor Dinas Pendidikan Sula.
“Jadi sekolah yang belanja lalu mereka bawah kemari (Kantor Diknas) karena mungkin mereka tidak ada gudang sehingga mereka titip di Diknas, makanya Pak Kadis perintahkan saya untuk membuat berita acara serah terima,”sambung Aliyudin
Ia mengatakan, berita acara yang dibuat pihak Diknas berarti Diknas yang melakukan pengadaan. pihaknya menyampaikan, berita acara itu hanya pihak perusahan penyedia dengan sekolah saja,tambah dia,
“Kadis cuman memfasilitasi saja, tapi yang belanja pihak sekolah, karena sistim belanja ini kami belum buat sosialisasi, makanya kami takut, jangan sampe pihak sekolah salah belanja terus brangnya datang mereka tidak bayar itu yang kami hawatir,”beber Aliyudin
Aliyudin bilang, sistim pencairan dana Bos Afirmasi langsung masuk ke rekening sekolah, kemudian pihak sekolah penerima transfer ke rekening perusahan, bebernya.
“uangnya Masuk ke rekening sekolah, kepala sekolah membuat pencairan langsung masukkan ke rekenig perusahan, banyak perusahan saya belum tau nanti di cek dulu, “tuturnya.
Aliyudin Tambahkan, barang yang di belanjakan yakni “Server, alat Covid-19, ada juga alat-alat Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) kemudian alat Olahraga, dan untuk transportasi angkutan barng itu sekolah yang tanggung,”pungkasnya.
Terpisah, Plt Kepala Dinas Pendisikan Nasional, Hairil Umasugi, mengatakan dirinya hanya terima laporan dari barang yang di salurkan ke Sekolah-sekolah.
“barangnya sekarang suda ada tinggal saya menyelesaikan administrasinya saja, seharusnya barang ini di salurkan ke Sekolah,”kata Hairil.
Hairil bilang, barang milik sekolah itu sudah di salurkankan ke 21 sekolah yakni 9 SD dan 12 SMP, tutupnya.














