2022 Tol Laut Beroprasi di Dermaga Malbufa

Transtimur.com — Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kepulauan Sula Maluku Utara menargetkan Kapal Tol Laut bermuatan Konteiner akan beroperasi di Dermaga Malbufa Kecamatan Sanana Utara.

Berdasrkan Surat Keputusan (SK) Kementirian Perhubungan, Direktorat Jendral Perhubungan Laut Nomor KP.998/DJPL/2021 penetapan jaringan trayek penyelenggaraan kewajiban pelayanan publik untuk angkutan barang di laut tahun anggran 2022, telah menetapkan Dermaga Malbufa dengan kode trayek T 29.

Kepala Dinas Perhubungan Kepsul, Khairula Mahdi Kepada Transtimur.com Selasa (14/12/21) Menyampikan, pihaknya hadiri Rapat bersama KUPP Sanana Hi Faisal, Mitra Dir LalinLaut Kemenhub, Kadis Pertanian, Kadis Perindagkop, Kadis KetPang, dan Pengusaha terkait pemanfaatan Kapal Tol Laut Tahun 2022 untuk muataan Barang (Kontainer) dan muatan balik di Kantor Syahbandar Sanana.

“Alhamdulillah, hasil lobi Pemerintah Daerah melalui Ibu Bupati Kepulauan Sula Tahun 2022 Kapal Tol Laut muatan barang (Kontainer) sudah bisa beroperasi lagi di Dermaga Malbufa sesuai Visi-Misi Sula Bahagia, “Kata Khairula.

Menurut Khairulah, Pemda melalui Ibu Bupati Kepulauan Sula dalam mewujudkan Visi Misi Sula Bahagia khususnya di bidang Ekonomi dan Transportasi telah berupaya agar Tol Laut masuk di Desa Malbufa Sanana.

“maka diharapkan kerja sama dari semua stakeholders terutama Masyarakat Pelaku usaha bisa memanfaatkan Tol Laut sesuai dengan harapan dari DirLalinLaut KemenhubRI bahwa setiap Kapal Tol Laut yg masuk di Daerah kembalinya harus membawa hasil Komoditi di Daerah tersebut sehingga Trayek Tol Laut di Sula bisa berjalan dengan lancar, “beber Kadishub Kepsul.

Kahirulah Menembahkan, dengan hadirnya Tol Laut yang pasti sangat membantu masyarakat khususnya petani dalam  meningkatkan  pendapatan karena permasalahan Marketing/pemasaran yang selama ini menjadi kendala sudah terjawab.

“Semoga dengan terbukanya jalur Transportasi Tol Laut dengan muatan kontener bisa membantu meningkatkan pendapatan perekonomian masyarakat dalam mewujudkan masyarakat Sula yg Bahagia, “harapnya.

Di ketahui, Mitra kemenhub, PT Nutech Integrasi, Muhammad Ridwan, Jabatan, project manager, paskah mahulae, Jabatan, staff dan Ditlala Kemenhub, Fachri Aulia Achmad, Jabatan, Staff Ditlala.

Ilustrasi aktivitas bisnis angkutan barang Pelni. – Dok. Pelni

Dikutip dari lama Bisnis.com, PT Pelayaran Nusantara Indonesia (Persero) atau Pelni tak hanya mengoptimalkan muatan balik tol laut dari kerja sama antar kementerian seperti yang telah dimandatkan dalam Perpres No. 27/2021 tentang Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik untuk Angkutan Barang Dari dan Ke Daerah Tertinggal, Terpencil, Terluar dan Perbatasan dalam mengejar sisa target muatan.

Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut Pelni Yahya Kuncoro menuturkan masih memiliki sisa 20,56 persen target muatan dari program tol laut yang belum dicapai sampai akhir tahun ini atau sebesar 1.808 TEUs. Guna menggenapi target tersebut, lanjutnya, akan ada upaya-upaya lain yang dilakukan.

Salah satunya dengan perbaikan Aplikasi ke Sitolaut yang lebih efektif dan dapat memonitor pergerakan kapal sebagai sarana informasi kepada pelanggan. Lebih dari itu, jadwal kapal yang dirilis dilakukan 30 hari sebelum keberangkatan kapal akan memudahkan untuk menyesuaikan isi muatan.

“Penambahan jenis muatan juga dilakukan yang dapat diangkut dengan Tol Laut sesuai PM 53/2020 dan Perpres 59/2020. Kemudian Peningkatan muatan berjenis komersil pada Trayek Tol Laut. Kami juga menambah layanan door services yaitu rencana kerjasama dengan perusahaan ekspedisi dan anak perusahaan dan BUMN lainnya,” ujarnya, yang dikutip dari Bisnis.com pada Senin (6/9/2021).

Melalui sejumlah langkah tersebut, dia optimis bahwa sisa target muatan sampai akhir tahun 2021 dapat tercapai. Sejauh ini, kata dia, ada sejumlah evaluasi dari program tol laut ini supaya semakin bermanfaat, di antaranya dukungan infrastruktur yang memadai dari dermaga pelabuhan sehingga kapal tol laut dapat sandar dengan baik di pelabuhan yang disinggahi. Evaluasi lainnya adalah ketersediaan alat bongkar muat dan lapangan penumpukan di wilayah pelabuhan yang disinggahi.

Menyoal dukungan Pemda, Yahya meminta agar dapat mengoptimalkan muatan balik dan pemberlakuan jam operasional buruh sesuai kedatangan kapal. Mengingat pada hari libur untuk pelabuhan wilayah 3TP ini operasionalnya tidak berjalan.

Sebagai operator pelat merah yang mendapatkan penugasan tol laut, Pelni harus meningkatkan layanan baik dari sisi pemasaran dengan menjalin hubungan baik dengan shipper keberangkatan maupun shipper dari wilayah 3TP melalui Pemda.

“Di sisi lain, kami juga berkomitmen untuk mengoperasionalkan kapal yang selalu tepat waktu baik jadwal kedatangan dan keberangkatannya sehingga pelaksanaan bongkar muat tepat waktu. Pengoptimalan penggunaan aplikasi Sitollaut sehingga mempermudah proses booking, pembayaran dan monitoring muatan,” imbuhnya. (Bisnis.com)

Penulis: Lutfi TeaponEditor: Redaksi transtimur