Transtimur.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate, Maluku Utara, belum bisa beberkan data kerugian korban dampak gelombang air laut pasang beberapa hari lalu.
Hal ini disebabkan karena mereka (BPBD) masih fokus dengan pendataan kerugian rumah warga yang rusak, baik rusak berat, ringan dan rusak sedang.
BPBD masih fokus penganan dan kumpulkan data karena masih bencana tersebut masih dalam status tanggap darurat.
Hal ini disampaikan, kepala BPBD, Arif Gani, saat di konfirmasi, jumat (10/12/2021) melalui via telfon.
Arif mengatakan, status tanggap darurat bencana gelombang air laut pasang belum berahir sehingga kami masih melakukan pengecekan dilapangan.
Airf bilang, pasca bencana baru dapat ditaksir kerugian warga akibat gelombang.
Selain itu, ketika disentil soal talud yang jebol di beberapa titik di Kota Ternate, ia pun berjanji akan dibicarakan pasa bencana yang dimaksud.
“sekarang kami tangani dulu penanganan bencana dan yang pastinya pihak BPBD sudah data semua”, ujar Arif Gani dengan singkat.
Sayangnya, Kaban BPBD Kota Ternate enggan menyampaikan data kerugian kepada awak media.














