Gelombang Pasang Air Laut Rusak Rumah Warga Kota Ternate

Transtimur.com – Gelombang pasang air laut merusak sejumlah rumah warga di lingkungan Rt.10,Rw.04, Kelurahan Sangaji, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara. rumah warga yang rusak berada di tepi pantai, Selasa (7/12/2021).

Gelombang pasang air terjadi sejak tanggal 4 – 6 Desember 2021. tercatat sedikitnya 46 rumah warga yang rusak, diantaranya, 16 rusak berat, 9 rusak ringan dan 21 rusak sedang.

Salah seorang korban terdampak air laut pasang, Irahani warga Rt.10 Rw.04, mengatakan, kejadian gelombang pasang air laut menghantam dinding rumah bagian belakang yang tepat di tepi pantai terjadi sekira pukul17:30 wit.

Hingga pukul 21.00 wit, semakin kencang dan terus menghantam dinding rumah hingga roboh. tidak hanya itu, hempasan gelombang juga masuk kedalam rumah hingga membuat panik keluarga.

“ombak kuat sekali dia masuk sampai kedalam rumah hingga membuat panik keluarga kami ada delapan orang langsung pergi mengungsi hanya kakak saja yang jaga rumah,”jelas Irahani.

Hal yang sama juga alami korban lain, Iradat Mustafa, bahwa lantai rumah dapurnya patah karena dihantam gelombang pasang air laut dari bawah.

“ombak pukul dari bawah lantai rumah bagian belakang lantai terangkat pas air bale langsung jatuh kebawa sehingga barang-barang juga iko jatuh seperti meja makan dan lainya,”ujar Iradad Mustafa.

Disisi lain, Lurah sangaji, Tokahar, jelaskan, data yang dirinya kantongi untuk sementara waktu, warga yang terdampak pasca gelombang lautan ada 46 rumah terdiri dari yakni 16 rumah rusak berat, 9 rusak sedang dan 21 rumah rusak ringan.

“ada 35 Kapala Keluarga (KK) yang adalah warga saya telah mengungsi di SKB dan sebagiannya lagi mengungsi ke rumah keluarga,”tutur Lurah Sangaji.

Dikatakan, untuk langkah penanganan darurat sementara pihaknya bersama warga beserta instansi terkait dalam hal ini Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi Maluku Utara (Malut) melakukan back tap atau pengisian pasir dalam karung dan menimbun di bibir pantai untuk menghindari gelombang pasang air laut.

Dirinya juga selalu menghimbau kepada warga sejak pertama kali kejadian tersebut pada 4 desember 2021, agar warga yang berada atau yang bertempat tinggal di pesisir pantai supaya tetap waspada mengingat ombak pasang surut terjadi pada pukul 17:00 -22:30 wit. tututpnya.

 

Penulis: AbrilEditor: Redaksi transtimur.com