Ratusan Mahasiswa STIKIP Kie Raha Ternate Di Wisudahkan

Transtimur.com — Sekolah tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STIKIP) Kie Raha Ternate, Provinsi Maluku Utara (Malut) gelar wisuda sarjana Strata satu (SI) tahun akademik 2021/2022. Kegiatan Wisuda berlangsung di gedung Aula Asrama Haji di Kelurahan Ngade, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, Sabtu (22/11/2021).

Sebanyak 376 orang yang di wisudakan terdiri dari 10 program studi (prodi) yakni prodi pendidikan sejarah 21 orang, prodi pendidikan ekonomi 14 orang, prodi pendidikan biologi 27 orang, prodi pendidikan matematika 14 orang, prodi pendidikan fisika 20 orang, prodi pendidikan bahasa dan sastra indonesia 27 orang, prodi pendidikan olahraga 63 orang, prodi pendidikan bahasa inggris 23 orang, prodi pendidikan geografi 30 orang dan prodi pendidikan guru sekolah dasar (PGSD) 137 orang.

Dalam sambutanya, ketua STKIP kie raha ternate, Dr. H. Sidik D. Siokona, M.Pd., mengatakan, STIKIP di dirikan pada tahun 2003, saat ini berusia 18 tahun dan pada hari ini melaksanakan wisuda sarjana sebanyak 376 orang peserta yang terdiri dari 10 program studi dan ini merupakan tradisi akademik bagi semua perguruan tinggi.

pelaksanaan wisuda merupakan suatu wujud pengakuan dan pengukuhan bagi lulusan yang telah menyelesaikan studinya pada program studi tertentu yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi.

Wisuda yang dilaksanakan hari ini, bukan hanya sekedar upacara serimonial semata namun lebih jauh mengandung makna penyerahan tugas dan tanggung jawab institusi kepada lulusan STKIP Kie raha ternate sebagai tenaga guru berkualifikasi sarjana untuk di abdikan di tengah-tengah masyarakat. 

Wisuda bukanlah akhir dari suatu proses belajar, tetapi merupakan awal dari proses belajar yang sesungguhnya, “untuk itu izinkan saya berpesan kepada semua wisudawan/ wisudawati, bahwa setelah anda di wisuda hari ini, janganlah berhenti untuk belajar, kata ketua STIKIP

Sebab dinamika dan perubahan sosial serta laju perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi, saat ini dan yang akan datang, berlangsung secara terus-menerus. Ketika kita berhenti untuk belajar, maka kita akan tertinggal oleh lajunya perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi, ujarnya.

“STKIP kie raha termate salah satu perguruan tinggi di Malut yang menjalankan fungsinya sebagai lembaga pendidikan tinggi keguruan atau LPTK”.

Sebagai LPTK yang melahirkan tenaga guru untuk kebutuhan di propinsi Malut dan propinsi sekitarnya, setiap saat membenahi diri dalam berbagai aspek akademik, SDM dan sarana prasarana, agar ke depan STKIP kie raha tenate akan menjadi salah satu LPTK yang berkualitas di kawasan timur Indonesia dan memiliki kemampuan kompetitif secara nasional, bebernya.

Perkembangan program studi pada awal berdirinya tahun 2003, STKIP, baru memperoleh izin penyelenggaraan dari Dirjen Perguruan Tinggi, untuk 4 program studi, yakni program studi diploma II PGSD/PAUD, program studi diploma II PGTK, prodi S1 pendidikan sejarah dan prodi S1 pendidikan ekonomi, kisahnya.

Atas kerja keras pimpinan dan seluruh staf pengajar dan pegawai STKIP Kie raha, maka memasuki tahun ke 18, STKIP juga telah memperoleh kepercayaan dari Dirjen perguruan tinggi kementerian pendidikan nasional dan berkat bimbingan yang berkelanjutan dari lembaga layanan pendidikan tinggi (LLDIKTI) wilayah XII sehingga STKIP kie raha selalu melakukan pembenahan, baik melalui peningkatan akreditasi maupun upaya untuk penggabungan kie raha  dengan Institut agama islam (IAI) As Siddig kie raha Malut.

Dikatakan, STKIP memiliki 10 program studi yang terakreditas oleh BAN-PT yakni prodi pendidikan sejarah, prodi pendidikan ekonomi, prodi pendidikan georafi, prodi pendidikan biologi, prodi pendidikan matematika, prodi pendidikan fisika , prodi pendidikan bahasa & Sastra Indonesia, prodi pendidikan bahasa inggris, prodi pendidikan olahraga dan prodi pendidikan guru sekolah dasar (PGSD).

Salah satu faktor penunjang proses pendidikan yang berkualitas  diperguruan tinggi, memiliki staf pengajar/dosen berkualitas serta di tunjang dengan sarana, adanya perpustakaan dan laboratorium yang layak secara akademik, ucap Sidik.

Tak hanya itu, STIKIP yang berusia 18 tahun, sudah membangun gedung-gedung perkuliahan dan gedung klinik berlantai tiga atau di sebut gedung putih sebagaimana yang terlihat saat ini.

Menurutnya, itu berkat bantuan dari berbagai pihak yang turut partisipasi seperti, orang tua mahasiswa, bantuan para dermawan dan upaya-upaya yang dilakukan oleh yayasan pengembangan sumber daya manusia (SDM) Malut untuk memperoleh bantuan dari pemerintah pusat, terutama dari kementerian pendidikan nasional, kementerian olahraga dan kementerian PUPR.

Perpustakaan yang di miliki STIKIP, masih perlu di tingkatkan dari aspek pengelolaan dan jumlah literaturnya. Tahun 2022, pihaknya akan melanjutkan pembangunan laboratorium terpadu, selain itu akan merehap bangunan rusunawa bagian barat dari kampus, terangnya.

Mengingat lahan pembangunan laboratorium terpadu masih milik pemerintah kota ternate, maka melalui kesempatan itu dirinya memohon kepada walikota ternate kiranya dapat menghibahkan lahan mahasiswa yang terletak untuk pembangunan laboratorium terpadu STKIP kie raha ternate. Bahkan pihaknya juga meminta bantuan pemerintah provinsi malut untuk membantu pengembangan sarana penunjang akademik, harap ketua STIKIP.

Untuk menuju eksistensi dan manageman perguruan tinggi yang lebih berkualitas, pihak kampus melaksanakan program-program strategis yaitu melakukan penataan menajemen mutu akademik pada semua program studi serta pemberdayaan lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (LP2M).

Pemberdayaan dimaksud merupakan meningkatkan kinerja di berbagai bidang melalui riset dan pengabdian dengan memanfaatkan potensi keahlian para dosen.

“terserap sebanyak 376 orang, dikurangi dengan yang diwisuda pada hari ini maka jumlah mahasiswa STKIP yang terdaftar pada semester ganjil tahun akademik 2021/2022, adalah 2544 orang”.

Seraya ia tambahkan, pada tahun akademik 2021/2022, mahasiswa yang memperoleh bea siswa dari program bidik misi sebanyak 106 orang, program KIP kuliah 186 orang dan bantuan UKT/SPP sebanyak 189 orang dan yang diwisuda hari ini terdapat 45 orang.

Jadi, penerima bea siswa, untuk anak yatim piatu dan mahasiswa berprestasi kategori orang tua tidak mampu sebanyak 120 orang. Tahun depan dirinya berjanji akan berusaha tingkatkan jumlah penerima bea siswa.

“karena pelaksanaan pekan olah raga nasional (PON) yang dilaksanakan di papua mahasiswa STKIP kie raha ternate juga terlibat sebagai peserta dalam hal ini mewakili daerah, mereka memiliki berbagai prestasi, terutama pada bidang olahraga.

Menjalin hubungan kerjasama dengan pemerintah propinsi dan pemerintah kabupaten/kota di Malut, terkait dalam pembangunan bidang pendidikan khususnya pada peningkatan kualifikasi pendidikan guru dan program sertifikasi guru, tuturnya.

Maka dari itu, dikembangkan kerjasama dengan perguruan tinggi, lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK)  di antaranya universitas negeri manado (Unima), universitas negeri jakarta (UNJ), universitas pendidikan indonesia (UPI) bandung, universitas negeri yogyakarta (UNY), universitas negeri malang (UM) dan perguruan tinggi yang ada di malut untuk menunjang program-program strategis.

“maka direncanakan mulai pada semester ganjil tahun akademik 2022/2023, STKIP akan membangun bengkel pelatihan keterampilan bagi mahasiswa dan masyarakat”.

Dirinya sangat berterima kasih kepada gubernur Malut yang turut berikan bantuan lanjutan melalui  pembangunan gedung rektorat, tak lupa pula semua orang tua wisudawan/wisudawati yang telah bersusah payah dan berusaha menyelesaikan studi anak-anaknya di STIKIP kie raha ternate, tutupnya. (ril)

Penulis: AbrilEditor: Redaksi Transtimur