Transtimur.com — Motoris Speedboat di pelabuhan armada semut Mangga dua dan motoris pelabuhan Kota Baru, Kota Ternate mengeluhkan sola kelangkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Minyak Tanah (Mita), pada Senin (8/11/2021).
Sahril salah satu motoris speedboat pelabuhan Kota Baru, mengatakan kelangkaam BBM jenis Mita ini sudah berlangsung selama 4 hari. Meski dapat Mita namun hanya 3-4 jergen 25 liter yang menghabiskan 3 jergen saat melakukan perjalan Sofifi-Terante Pulang Pergi (PP) tersisa 1 jergen.
Keluhan kelangkaan motoris speedboat tak digubris oleh pengawas koperasi mutiar speedboafld pelabuhan armada semut mangga dua, Armin. Armin menegaskan bahwa sebenarnya kuota BBM jenis Mits hanya diperuntukan kepada rumah tangga bukan untuk speedboad
” Sebenarnya di peruntukan kepada rumah tangga bukan pemakaian bahan bakar speedboad, pungkasnya,”beber Armin
Biasanya motoris speedboad mereka dapatkan mita dari pengecer dan harap-harap itu sisa penjualan ke warga, jelasnya.
Dirinya juga sudah pernah berkordinasi kepada pertamina, lewat pemerintah kota ternate maupun TNI/Polri bahwa ternyata mita itu tidak ada subsidi dan itu kalau mau dikenakan harga industri.
“kalau harga industri kan kasian anak-anak ini tidak mungkin mau ambil dengan harga perliter Rp.13.000, sementara harga tiket per orang, ternate-sofifi Rp.50.000”.
Sementara tarif speedboad perorangan Rp.50.000 dari tahun 2016-2021 tidak pernah mengalami perubahan namun sementara pengecer kalau melihat motoris butuhkan mita banyak terkadang dari pihak pengecer mainkan harga sampai harga Rp 5.000-6.000 perliter, cetusnya.
Dikatakan, bahwa bisa saja bahan bakar pertalite di gunakan tetapi pemerintah provinsi maluku utara harus dudukan persoalan terkait tarif speedboad dengan membuat surat keputusan gebernur terkait dengan perubahan tarif baru jasa angkutan speedboad.
Disisi lain, komandan pos pelabuhan semut mangga dua, Apriyanto Supardi, saat di konfirmasi, dirinya mengungkapkan dengan kelangkaan bahan bakar speedboad itu diluar tanggung jawab kami.
Apriyanto bilang, bahwa hal itu kami sudah sampaikan di ketua koperasi mutiara agar melakukan kerja sama dengan pihak pertamina supaya tiap bulan mereka (motoris) dapat jatah subsidi untuk mengantisipasi kelangkaan bahan bakar mita.
“agar kalau ada kelangkaan mita supaya bisa di sediakan dan siap di salurkan ke armada mereka”.
Memang beberapa hari ini terjadi kelangkaan bahan bakar jenis mita namun itu ada dugaan oknum yang sengaja memainkan harga dibagian wilayah mangga dua mau pun di bastiong.Kalau untuk aktifitas penyebrangan khususnya di mangga dua masih normal seperti biasanya, tandasnya.
Selain itu Danpos juga mengimbau kepada warga atau pun yang melakukan penyeberangan lewat pelabuhan semut agar selalu menjaga situasi dan kondisi, jangan ada yang melakukan gerakan-gerakan tambahan, tutup Danpos pelabuhan semut, Apriyanto Supardi. (ril)














