Banjir Robohkan Tanggul, Rumah Warga Di Jati Perumnas Ikut Rusak

Transtimur.com — Hujan deras yang mengguyur kota Ternate dengan intensitas cukup tinggi sehingga mengakibatkan banjir pada selasa sore hingga malam hari (14/9/2021) merobohkan tanggul warga Rt.007/Rw.004 kelurahan jati perumnas, kecamatan Ternate selatan, kota Ternate, Maluku Utara.

Berdasarkan pantauan transtimur.com, sebelumnya longsor sudah pernah terjadi namun tidak ada tindakan cepat yang di lakukan oleh pemerintah dalam hal ini instansi terkait sehingga pemilik rumah berinisiatif untuk membangun tanggul menggunakan anggaran pribadi untuk melindungi bangunan rumahnya namun karena bangunan tersebut tidak kokoh sehingga jebol.

Salah satu warga yang terdampak longsor, Mariatun, rabu (15/9/2021) mengatakan, hujan deras selama kurang lebih 2 jam di sertai dengan banjir, tepatnya pada pukul 21:15. wit banjir mengikis sehingga tanggul jebol dan mengikis bangunan rumah saya bagian samping.

Sebelumnya longsor sudah pernah terjadi, pihaknya juga sudah menyampaikan ke pak Don selaku  pemerintah kelurahan jati perumnas terkait tanggul yang jebol namun tidak ada tindakan dari instansi terkait sehingga dirinya memutuskan untuk membangun tanggul dengan menggunakan anggaran pribadi, ujarnya.

Sementara pembangunan berlanjut ia di tegur oleh Dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) kota ternate untuk menghentikan pembangunan tanggul karena itu wilayah dan tanggung jawab instansi  tersebut, kisah Mariatun.

Sementara lurah jati perumnas, Mirna Capalulu, saat di konfirmasi melalui telfon, mengungkapkan, hal tersebut pihaknya sudah menerima laporan yang kemudian di teruskan ke pimpinan instansi terkait.

Menurut Lurah, karena ini merupakan bencana alam, tanggul yang jebol kemarin sudah di tanggapi bahkan dirinya sudah kordinasikan ke instansi terkait untuk di tindak lanjuti.

Warga yang terdampak longsor surat-surat bangunannya lengkap dan tidak ada masalah

cuman saja ini merupakan bencana alam yang tak bisa di hindari, kata Mirna Capalulu.

“kemarin memang bekas longsor kemarin sudah di pondasi dengan kondisi cuaca tidak memungkinkan selama beberapa hari ini hujan terus makanya terjadi tanggul jebol”.

Hal ini pihaknya sudah melaporkan ke Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) kota Ternate, lurah berharap kepada instansi terkait agar segera melakukan tindakan cepat, tutur lurah, Mirna Capalulu.

Disisi Lain, kepala BPBD kota Ternate, Arif Gani, saat di sambangi di ruangan kerjanya, menuturkan, ini dampak hujan deras yang terjadi dari sore hingga malam hari sehingga terjadi tanggul jebol yang mengakibatkan bangunan salah satu rumah warga bagian samping belakang terbawa longsor.

Tadi dirinya bersama dari dinas PUPR dan pemerintah kelurahan mengatakan sudah melakukan teguran terhadap warga tersebut namun warga ini tetap ngotot saja membuat tanggul, “ini sudah satu minggu semenya masih basah”, pungkasnya.

“seharusnya masyarakat juga berfikir tentang keselamatan dan beruntung kejadian semalam tidak ada korban jiwa”.

Arif Gani bilang, kehadiran pemerintah baik itu dinas PUPR dan pihak kelurahan sudah menegur yang bersangkutan saat memulai pembangunan tanggul,”bagaimana tidak mau jebol karena dia (warga) bangun tanggul di atas tanah otomatis kalau hujan, air dia kikis bagian bawah”.

Ketika wartawan menyentil tindakan cepat yang akan dilakukan oleh BPBD terkait tanggul yang jebol, pihaknya sudah turun ke  tempat kejadian akan lakukan pengkajian  agar secepatnya di tindak lanjuti, kata Arif Gani.

Semoga ini merupakan pembelajaran untuk warga agar ke depannya jika ada himbauan di larang membangun tanggul supaya di indahkan karena mereka ini bikin tidak sesuai

pengkajian, tutup Kepala BPBD kota Ternate, Arif Gani. (ril)