Dua Kelurahan Di Kota Ternate Belum Ada Program Kerja 2021, Ini Alasannya

Transtimur.com ~ Kelurahan Kastela dan Kelurahan Fitu, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, tidak ada program kerja Tahun 2021, karena masih menunggu anggaran dari Kabag Pemerintahan Kota Ternate.

Hal ini diungkapkan Lurah Kastela, Lutfi Kadir, saat ditemui wartawan transtimur.com, Kamis (20/5/2021). Dia bilang, saat dilakukan musrenbang yang dilaksanakan pada Januari 2021 lalu, ia telah mengusulkan sejumlah program melalui Dana Kelurahan (DK) maupun Dana Pasipatif Pembangunan Kelurahan (DPPK), namun usulan tersebut masih ditunggu.

Lanjut Lutfi, pihaknya tidak bisa membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) dalam bentuk daftar usulan kerja (DUR) ke Pemerintah Kecamatan.

“Sampai hari ini belum ada tanda-tanda dana pembangunan maupun itu dana kelurahan sendiri,”kata Lutfi.

Terkait persoalan DPPK, Lutfi bilang, Kabag Pemerintahan akan memanggilnya untuk bahas soal DUR, setelah DUR di buat lalu akan di bahas di kabag pemerintahan item kerja mana yang akan di setujui dan itu akan ada arahan sesuai juknis, ujarnya.

Lurah Fitu, Junaedi Teapon

Hal yang sama juga diungkap oleh Lurah Fitu, Junaedi Teapon saat di temui diruang kerjanya menyampaikan, hasil rapat dirinya bersama Walikota dan Wakil Wali Kota Ternate, Sekretaris Daerah (Sekda), Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Pihak camat dan Lurah. Dimana salah satu hal yang dia ketahui bahwa DK tahun 2021 kemungkinan besar ditiadakan yang ada hanya DPPK

Junaedi bilang, program musrembang tahun 2021, dari hasil musrembang banyak item kerja fisik dan pemberdayaan.

“nah, sekarang ini kalau walikota terpilih Tauhid-Jasri, kami akan menyusuaikan dengan program Ternate Andalan termaksud penyusunan DURnya.

“yang dimana juga kemarin saat rapat di bahas dengan 100 hari program kerja walikota/wawali, itu sebabnya pihaknya belum laksanakan pembangunan lantaran menunggu program Ternate Andalan,”tuturnya.

Untuk program kerja kelurahan belum dilaksanakan lantaran masih menunggu juknis yang disusun oleh kabag pemerintahan dan instansi terkait berdasarkan program Ternate Andalan, pungkas Lutfi.

Menurut Junaidi, Program Ternate Andalan dilaksanakan setelah walikota dan wawali dilantik karena itu merupakan visi misi, namun sekarang ini mereka masih membuat formulasi bagaimana bisa masuk dalam juknis itu terkait dengan Ternate andalan.

Tambah Junaidi, jika juknisnya sudah ada maka pihak lurah sudah bisa lakukan pembahasan/usulan item-item kerja dan lurah fitu sendiri belum tau anggaran kelurahan fitu,”saya belum tau anggaran fitu berapa karena saya belum tahu pagu anggaranya berapa karena torang lagi menunggu juknis dari bagian pemerintahan.

Olehnya itu, ia berahap, agar kiranya juknis dipercepat sehingga pihak kelurahan bisa konsen DPPK, apa bila DK di tiadakan sehingga dari DPPK itulah kami laksanakan program-program kerja kelurahan,” kalau pagu ada juknis masuk setelah itu di buat DUR ke kecamatan, tutup Junaidi Teapon.(ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *