Logging Kayu di Wailoba, Diduga CV AEMM Gunakan BBM Bersubsidi

Sula, Transtimur.com – diduga CV Anugerah Empat Mangoli Mandiri (AEMM) melakukan Aktivitas operasi Longging kayu di Desa Wailoba, Kecamatan Mangoli Tengah, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara menggunakan BBM bersubsidi.

Pasalnya, perusahaan pengelola kayu yang Direkturnya Jawal Fokaaya tersebut, menggunakan dua jenis Bahan Bakar Minyak yang bersubsidi, bukan BBM industri.

Berdasarkan hasil investigasi peliput Transtimur.com pada Sabtu (8/11/25) menemukan, BBM berjenis Solar di gunakan untuk alat berat, sementara BBM jenis Partelite diperuntuk para penebang kayu yang menggunakan mesin Senso.

Kepala Logistik CV AEMM Subagio saat di wawancarai awak media menyampaikan, alat yang menjadi penggerak utama dalam aktivitas operasi perusahaan kayu itu sebanyak 34 unit.

“Traktor 12 unit, Loder 5 unit, Eksafator 3 unit, motor gerider 2 unit, Loging 5 unit, Traktor ket 2 unit, Dam truk 2 unit, mobil kecil 3 unit, ini alatnya milik CV AEMM”, katanya.

“BBM untuk alat berat dan Dam truk itu solar, kalau pertalite di gunakan untuk mesin Sinso bagi penebang kayu, kalau sumber minyak langsung ke maneger karena saya juga baru”, tutur Subagio.

Terpisah, Manager CV AEMM Haryono, saat di konfirmasi pada Minggu (9/11/25), Membenarkan bahwa BBM yang di gunakan untuk alat berat ini ialah berjenis Solar.

“Iya Solar, itu minyak sisa dari Desa Barukol 10 ton tapi sudah habis, dan masi menunggu dari Pertamina”, jelas Haryono dalam via telpon Whatsapp.

Diketahui bahwa, Perusahaan kayu tidak diizinkan menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi untuk operasional industri atau transportasi angkutnya.

Sanksi Hukum: Pelaku usaha yang kedapatan menyalahgunakan BBM bersubsidi dapat dikenakan sanksi tegas, termasuk ancaman pidana dan denda, sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi yang telah diubah dengan UU Cipta Kerja. Pihak berwajib (Polisi, TNI AL, dan lainnya) telah melakukan penangkapan dan penyitaan barang bukti terkait kasus semacam ini di berbagai daerah.

Penulis : Lutfi Teapon

Editor   : Red