Jadi Irup di HUT Kabupaten Halteng Ke-34, Ini Pesan PJ Bupati

Halteng,Transtimur.com-Penjabat Bupati (PJ) Kabupaten Halmahera Tengah, Bahri Sudirman, bertindak sebagai inspektur upacara pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke-34 Kabupaten Halmahera Tengah yang berlangsung di pendopo Falcilno Kota Weda, Kamis (31/10/2024).

Perayaan HUT Kabupaten Halteng yang diselenggarakan dengan mengusung tema “Rawat Kebhinekaan Nusantara Dalam Bingkai Fagogoru”, tersebut dihadiri oleh Sekertaris Daerah, para Asisten, Staf Ahli, Para OPD, Pimpinan dan Anggota DPRD, serta masyarakat Halmahera Tengah, itu berjalan lancar.

Pj Bupati Halmahera sambutannya mengatakan, Hari Ulang Tahun Kabupaten Halmahera Tengah ke-34 pada 31 Oktober tahun 2024, merupakan tonggak sejarah yang setiap tahun dirayakan sebagai wujud rasa syukur atas pencapaian yang telah diraih bersama disertai upaya untuk memperbaiki kekurangannya.

“Halmahera Tengah kini telah menjadi miniatur Indonesia yang didalamnya terdapat kemajemukan suku bangsa, ras dan agama, mozaik ini ibarat pelangi yang menggambarkan komposisi warna yang berbeda, tetapi terajut menjadi satu kesatuan yang indah ketika dipandang mata,” Kata Bahri.

“Sebagai gambaran kondisi Halmahera Tengah saat ini yang telah dihuni oleh seluruh lapisan masyarakat dan beragam suku bangsa yang ada di Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi hingga papua dan telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan masyarakat Halmahera Tengah”, sambungnya.

Bahri menuturkan, baru memasuki bulan ketiga pihaknya bertugas sebagai penjabat Bupati Halmahera Tengah, sejak dilantik oleh Penjabat Gubernur Maluku Utara, atas nama Menteri Dalam Negeri pada 20 Agustus 2024 di Sofifi, untuk melanjutkan kepemimpinan di daerah hingga terpilih dan dilantiknya Bupati Defenitif hasil Pemilukada tahun 2024.

“Untuk itu lewat momentum ini, harapan dan doa, serta dukungan segenap masyarakat Halmahera Tengah, dari sumber sari Weda Selatan hingga desa Umyal Kecamatan Pulau Gebe untuk bersama-sama kami mengemban amanah besar ini menjaga persatuan dan kesatuan serta ketertiban masyarakat”, ungkapnya.

“Kami menyadari tanpa restu dan dukungan dari masyarakat, segala kebijakan dan pembangunan yang dilaksanakan akan terasa berat,” Pintanya.