Sanana,Transtimur.com-Kepala Dinas Perhubungan Kepulauan Sula Maluku Utara, Chairulla Mahdi akui bantuan 1 unit mobil mini Bus untuk Desa Wainib tidak di beri Pemerintah Daerah (Pemda) di era Kepemimpinan Fifian Adeningsi Mus dan M. Saleh Marasabessy (FAM-SAH).
Pasalnya bantuan Mobil tersebut telah di serahkan secara sibolis di era Kepemimpinan Hendrata Thes dan Zulfahri Abdullah (HT-Zadi) pada tanggal 9 April 2021 saat peresmian terminal di lingkungan pasar basanohi sanana.
Kadishub Kepulauan Sula, saat di wawancarai Transtimur.com di ruang kerja Senin (21/10/24) ia menyatakan terkait dengan bantuan ini lokus dan tempat biasanya di tentukan Pemerintah Daerah.
“Pada saat mobilnya dapat biasanya juga tergantung pada Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Perhubungan”, kata Charullah.
“Saya ini tidak bisa berkomentar banyak karena saat itu saya belum masuk, kemarin saya sempat tanya di bendahara barang karena dia lebih tau bahwa mobil itu kemana”, sambungnya.
Chairullah mengakui benar adanya empat unit mobil bantuan itu di berikan Pemda di masa Kepemimpinan HT-Zadi pada empat lokasi khusus (Lokus).
“Jadi penyampaiannya awalnya di serahkan empat mobil, satu di Molbufa, SMP Negeri 1, Mesjid Raya dan Desa Wainib”, ungkapnya.
“Ternyata tiga ini suda di serahkan namun satu di Desa Wainib belum di serahkan jadi waktu itu dia sebagai bawahan hanya melaksankan apa yang di perintahkan”, tutur Chairulla.
Chairulla menjelaskan pihaknya bukan tidak mau melanjutkan program dari Kadishub sebelumnya untuk memberikan bantuan mobil tersebut kepada lokus yang telah di tentukan.
“Bukan tidak melanjutkan, karena pada saat kami masuk itu ada satu unit mobil yang stand bay di sini yang biasa di pakai untuk transportasi pada saat orang butuh bantuan”, jelasnya.
Menurut Chairulla dirinya sebagai Kadis Perhubungan tidak mengetahui persoalan bantuan 1 Unit Mobil untuk Desa Wainib Kecamatan Sulabesi Selatan.
“Kami juga tidak tau kalau mobil itu untuk di serahkan di Desa Wainib karena Kadis lama saat di ganti sampai sekarang tidak ada komunikasi jadi kami tidak tau program apa yang harus dilanjutkan”, tegasnya.
“Jadi untuk bantuan mobil di Desa Wainib kami tau pada saat penyampaian di waktu kampanye itu”, bebernya.
Chairullah menambahkan persoalan bantuan transportasi darat untuk pedesaan yang bentuk roda empat tergantung kebijakan Pemerintah Daerah.
“Pada saat mau di kasi itu juga tergantung Pemda, contohnya Mesjid Raya dan SMP Negeri 1 inikan kebijakan saja”, imbuhnya.














