Gandeng DLH, TMMD Sosialisasi Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Serta Pengelolaan Sampah

Halteng,Transtimur.com-Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim 1512/Weda dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), gelar Sosialisasi dihalaman dalam, Kantor Desa Goeng, Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah Maluku Utara, Jum’at, (18/10/24).

Kegiatan ini merupakan, bagian dari kerjasama antara Satgas TMMD dengan Dinas Lingkungan Hidup, dalam melaksanakan sosialisasi gabungan yang melibatkan dua topik penting, yaitu pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta pengelolaan sampah berbasis sistem 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Acara tersebut, dihadiri mulai dari pemuda, ibu rumah tangga, hingga tokoh masyarakat. Mereka sangat antusias mengikuti setiap sesi yang dibawahkan oleh para narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup dan Satgas TMMD Kodim1512/Weda. Para narasumber juga memaparkan berbagai teknik dan metode pengelolaan sampah yang dapat dilakukan dirumah.

Dalam sosialisasi ini, peserta mendapatkan edukasi tentang pentingnya perlindungan terhadap perempuan dan anak dari segala bentuk kekerasan, yang dibawahkan oleh Kabid Perlindungan Perempuan dan pemenuhan Hak Anak Haryati Radjilun.

Menurut Hayati, pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah usaha atau tindakan yang dilakukan untuk melindungi perempuan dan anak dari segala bentuk kekerasan fisik, emosional, seksual, dan ekonomi.

“Tujuannya adalah untuk menciptakan lingkungan yang aman, mendukung, dan menghargai hak-hak perempuan dan anak, serta mencegah terjadinya tindak kekerasan yang dapat membahayakan kesejahteraan fisik dan mental mereka,” jelasnya.

“Pelaporan dan penanganan kasus kekerasan oleh pihak berwenang, dan juga memberikan langkah-langkah yang dapat diambil untuk mencegahnya,” sambungnya.

Kepala Bidang Perencanaan dan Evaluasi DLH Dahlan Talib, juga mengajak, masyarakat untuk mengurangi penggunaan barang yang tidak perlu, menggunakan kembali barang yang masih layak pakai, dan mendaur ulang sampah agar dapat memiliki nilai guna kembali.