Transtimur,Sula – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sanana, Maluku Utara menggelar demonstrasi alias unjuk rasa meminta pemerintah tidak menaikan harga BBM subsidi.
Selain aksi penolakan kenaikan harga BBM yang digelar pada Kamis (8/9/2022), masa aksi yang tergabung dalam HMI Cabang Sanana juga mendesak Polres Kepulauan Sula agar segera mempercepat status kasus dugaan koruspi pasar rakyat makdahi yang berlokasi di Desa Fatce, Kecamatan Sanana.
Ketua Umum HMI Cabang Sanana, Salamun Selpia meneriakan bahwa markanya kebijakan negara ditambah pula Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) di Kabupaten Kepulauan Sula yang kini masih mengendap di meja penegak hukum.
Takutnya kata Salamun, jangan sampai dijadikan lahan garapan (lahan bisnis) pihak penegak hukum yang tidak bertanggung jawab.
Salah satunya, kasus dugaan koruspi pasar makdahi yang diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp 1,9 miliar dari total anggaran APBN Rp 5,6 miliar yang dikerjakan pada tahun 2018 lalu.
“Namun kini kasus tersebut sudah ada di meja Kapolres Kepulauan Sula selama 2 tahun dan belum ada titik terang,”tutur Salamun.
Salamun mendesak, Polres Kepulauan Sula segera percepat kejelasan status masalah pasar makdahi yang terindikasi korupsi.












