Transtimur.com-Wakil Ketua I, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara M. Taufik Toib Koten, merasa tidak nyaman berada didalam kantor.
Pasalnya, gedung yang baru diresmikan beberapa bulan lalu itu sudah mulai mengalami kerusakan. pada sejumlah titik terdapat plafond yang terlihat bolong.
Hal itulah yang menjadi alasan Taufik koten merasa tidak nyaman melakukan aktifitas perkantoran. Sebab, bolongnya Plafond tersebut, bisa saja mengancam keselamatan orang banyak.
“Kami tidak nyaman dengan kondisi bangunan yang seperti ini,” Keluhnya saat ditemui pewarta, Senin (22/08/2022).
Hemat Taufik, seharusnya bangunan semegah ini mempunyai biaya perawatan. Untuk itu pihak DPRD akan berupaya untuk mendorong perbaikan bagian gedung yang terdapat kerusakan dengan memanggil pihak Dinas PUPR untuk membahas persoalan tersebut.
“Kita tidak tau, jangan sampai DPRD ada tamu lalu tiba-tiba bagian plafond ruangan yang rusak tiba-tiba ambruk. Hal itu yang membuat tidak nyaman, karena ini berisiko. Kita merasa was-was ketika melakukan aktivitas,” bebernya.
Terpisah, Kepala Dinas PUPR Pulau Taliabu, Suprayidno, mengatakan, jika telah dianggarkan untuk rehabilitasi berat gedung DPRD sebesar 2,5 Miliar yang tinggal menunggu hasil lelang di ULP.
“Ada anggaran rehab berat 2,5 Miliar, jadi bukam permasalahan plafondnya, namun struktur bangunan di bagian depan memang harus diperbaiki biar air tidak merembet di plafond kalau hujan. Jadi tetap akan diperbaiki, dan kita menunggu hasil lelang di ULP,” ungkap Ino, saat dihubungi TMG, Selasa, (23/08/2022).
Lelaki yang dekat disapa Ino, itu juga mengatakan jika biaya perawatan gedung DPRD itu baru akan diserahkan di tahun 2023, sebab di tahun 2022 sudah dianggarkan untuk rehab berat.
“Ada biaya perawatannya, mungkin tahun depan kita serahkan ke Sekwan biar kita bisa fokus ke pekerjaan yang lain,” tutupnya singkat.












