Mita di Taliabu Langka, Ini Penyebabnya

Transtimur.com – Kelangkaan minyak tanah yang terjadi beberapa pekan terakhir ini membuat masyarakat Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, mengalami kesulitan memperoleh minyak tanah (Mita).

Hal itu disebabkan oleh kapal pengangkut BBM dari Sula menuju Taliabu mengalami keterlambatan akibat dari buruknya cuaca pada beberapa hari terakhir.

Direktur Agen Minyak Tanah PT. Fichaldy Sula Star, Kabupaten Pulau Taliabu, La Ode Naul, menjelaskan jika fenomena kelangkaan minyak tanah di Pulau Taliabu ini dipengaruhi oleh buruknya cuaca yang menyebabkan kapal pengangkut BBM tidak diizinkan berlayar.

“Seharusnya sejak tanggal 20 kemarin itu kapalnya sudah berada di Taliabu, namun karena faktor cuaca sehingga mengalami keterlambatan, “ujar Naul.

Namun, lanjut Naul, kapal tersebut saat ini sudah dalam perjalanan dari Sula menuju ke Taliabu.

“Lusa itu sudah ada di Taliabu, “katanya.

Selain itu, dirinya juga mengatakan untuk mengantisipasi terjadi kelangkaan minyak tanah di Pulau Taliabu, maka minyak tanah disalurkan ke masyarakat dengan menggunakan kupon.

Hal itu dilakukan untuk menghindari pembeli yang sama agar penyaluran mita dapat secara merata disalurkan ke masyarakat. Penyaluran mita ke warga pun terbatas, warga yang telah memiliki kupon hanya berhak mendapatkan 5 liter mita saja.

Dirinya juga mengungkapkan, quota minyak tanah yang diperoleh PT. Fichaldy Sula Star pada triwulan ketiga ini sebanyak 120Ton. Kemudian jumlah tersebut akan disalurkan lagi ke masing-masing pangkalan di Pulau Taliabu.

Lebih lanjut, lelaki yang dekat disapa Chaul itu juga mengatakan, jika mita yang disalurkan ke masyarakat tetap berdasarkan harga eceran tertinggi (HET).

“Tetap berdasarkan HET, yaitu Rp.6000.00 perliternya, “tandasnya.

Penulis: Asrul QueEditor: Lutfi Teapon