Ini Tanggapan Ketua Komisi III Terkait Banjir Capalulu- Wai,u

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, M. Natsir Sangadji

Transtimur.com — Hujan deras mengguyur kawasan pulau Mangoli, Kabupaten Kepulauan Sula pada Minggu 10 Juli 2022.

Ketua BPD Desa Capalulu, M. Takdir Englen mengatakan Hujan deras selama tiga jam membuat kali waisoha meluap ke pemukiman warga Desa Capalulu, Kecamatan Mangoli Tengah. 

Selain rumah warga lanjut Takdir, fasilitas Pemerintahan seperti gedung SMP Negeri 2 Mangoli Tengah, SMK Negeri 9 Mangoli Tengah ikut terendam banjir bahkan pagar kedua sekolah tersebut terancam ambruk. 

Sedangkan Pusmas Pembantu (Pustu) dan rumah warga disekitaran pustu terancam longsor.

“Kalau jembatan penghubung Capalulu-Desa Wai,u dan ke ibu Kota Kecamatan sudah patah dan tak bisa lagi difungsikan warga,”katanya.

Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Sula, M. Natsir Sangadji mengatakan, terkait dengan banjir di Desa Mangoli dan Desa Capalulu menjadi perhatian serius pada pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2022.

“Insya Allah masuk tahun anggaran perubahan di bulan Agustus ini harus ada perhatian serius dalam mengatur keuangan daerah terkait kegiatan bersifat insidentil seperti kasus Baleha, Capalulu, Mangoli dan Waisakai. Ini penting untuk di Ekseskusi pada APBD-P,”Ujar M. Natsir saat di konfirmasi Transtimur Media Grup (TMG) Via WhatsApp, Rabu (13/7/2022).

Anggota DPRD dari Fraksi Gerindra mengatakan, untuk jembatan penghubung Desa Capalulu- Wai,U Kecamatan Mangoli Tengah itu putus saat banjir itu harus dikerjakan dan harapanya bisa ditaktisi dengan anggaran APBD-Perubahan atau APBD Murni 2023.

“Tergantung nanti kita lihat penyerapan anggaran tahun berjalan ini, apakah maksimal atau tidak. Makanya kita butuh keseriusan semua pihak untuk sama-sama membangun daerah ini dengan nawaitu yang ikhlas,”Pinta Wakil Rakya asal dapil III Pulau Mangoli itu.

Pria kelahiran Desa Mangoli, Ibu Kota Kecamatan Mangoli Tengah ini menyebutkan, anggaran tanggap darurat yang di anggarkan pada APBD 2022 hanya senilai Rp 1,5 Miliar dan dugaannya anggaran tersebut sudah habis digunakan.

sayangnya ia tidak menyebut anggaran itu digunakan dengan apa?

“Dugaan saya kemungkinan sudah selesai anggaran itu, jadi masuk APBD-P bulan depan ini harus disiasati untuk di akomudir ulang,”tutup Ketua DPC Gerindra Kepulauan Sula. (red)