transtimur.com -Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Muhamad Naipon, mendesak pihak, PT. Pertamina (Persero) mengevaluasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Sanana, Kapulauan Sula, Maluku Utara.
Pasalnya, pihak SPBU Sanana seolah-olah tidak punya solusi dalam antrian panjang kendraan roda dua dan roda empat di depan SPBU di Desa Mangon, Kecamatan Sanana, Jumat (8/7/2022).
Duta Tani Kepulauan Sula bilang, persoalan antrian panjang itu sudah tiga kali Ketua dan anggota Komisi II DPRD Kepulauan Sula gandeng KNPI dan OKP Cipayung plus, Perindakop melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak), namun hasilnya masih tetap sama.
“Hal ini seakan-akan tidak ada solusi, kami masih menemukan hal yang sama, nyatanya sampai saat ini, masi terlihat di lapangan sama saja, masi terjadi antirian kendaraan panjang,”ungkap Ama sapaan Akrabnya.
KNPI meminta kepada pihak SPBU sesegera mungkin memperbaiki sistim menejemen SPBU Sanan agar tidak lagi terjadi antiran kendraan panjang di depan SPBU.
“Hasil pertemuan dengan Pertamina dan pihak pertamina sampaikan bahwa sebelumnya pertamina melakukan uji coba 20 kilo liter (KL) per hari tetapi sama saja karena saat ini pihak SPBU tidak punya modal lebih, mereka hanya mampu membayar 10 KL per hari,”jelas Nai Ama mengutip pihak pertamina.
“Itu artinya manajemen SPBU yang harus di perbaiki. Kerena pernah Kepala Pertamina sampaikankKepada kami kalau misalnya manajeme SPBU bagus, 10 KL itu. lebih dari cukup, untuk melayani warga Kepulauan Sula, tapi fakta di lapangan tidak cukup karena masi saja terjadi antrian panjang,” tuturnya.
Untuk itu lanjut Ama, Kami dari KNPI meminta kepihak pertamina untuk memanggil Direktur SPBU untuk di evaluasi karena kita melakukan pertemuan bersama pertamina pihak SPBU juga tidak hadir kemudian kami sidak di lapangan juga tidak hadir.
“Olehnya kami meminta kepada kepala Pertamina untuk memanggil direktur SPBU untuk ditegur karena pertemuan di Pertamina tidak hadir di SPBU juga dia tidak mau hadir,”Beber Ama.
Hingga berita di tayangkan Wartawan TMG telah datangi Pihak Pertamina namun tidak dapat di ijinkan bertemu dengan petingginya karena harus ada janjian duluan.












