Transtimur.com – Salah seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) di Desa Umaloya, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara insial MD mengeluh distribusi air bersih ke rumah mereka macet.
Hal ini disebabkan Wilayah Kabupaten Kepulauan Sula, diguyur hujan deras sejak Senin (3/7/2022) sore hingga Selasa (4/7/2022) siang tadi.
“Kenapa Setiap hujan Air PDAM mati apa lagi di saat pagi hari begini bagaiman katong (kita) Bisa Masak dan mandi,”keluh wanita paruh baya itu.
Dirinya Berharap kepada pihak PDAM Kepuluan Sula agar bisa mengatasi persoalan ini.
Terpisah, Direktur Perusahan Daearah Air Minum (PDAM), Munir Banapon, Saat di konfirmasi Transtimur.com, di ruang kerjanya mengatakan, instlasi air bersih ke Desa Umaloya itu langsung dari Desa Wailau, Kecamatan Sanana dan Desa Waiboga, Kecamatan Sulabesi Tengah.
Utuk Desa Wailau lanjut Budi sapaan akrab Munir Banapon bahwa belum memiliki Instalasi Pengolahan Air (IPA), yang dapat mengolah Air keruh (Kabur) menjadi jernih.
Sebab kata dia, Bak penampung di Desa Wailau itu merupakan aliran air langsung dari sungai yang kemudian baru disalurkan ke rumah-rumah warga.
Sedangkan di Waiboga tambah Budi, yang telah memiliki IPA namun mengalami kendala yakni terjadi banjir sumber air tertutup atau penangkap tertimbun pasir
“Jadi kalau tertimbun begitu tetap saja tidak bisa distribusi air ke rumah warga jadi kita harus persiapan waktu 1 hari untuk menggali ulang yang tertimbun itu, tetapi petugas selalu stanbay,”sambungnya
“jadi setiap kendala seperti begitu petugas langsung mengambil sikap,”Jelas Munir.
Selain itu, Munir beberkan bahwa perusahan Daerah yang ia pimpin itu tidak ada anggaran baik dari anggaran pernyataan modal maupun subsidi yang diploting di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) murni 2022.
“Untuk PDAM, di tahun 2020 ini tidak ada anggaran di APBD, baik itu dari menyartaan modal maupun subsidi, PDAM tidak ada, PDAM di tahun 2022 ini membiayai diri sendri,”Tutup Budi.












