Transtimur.com – Komosi II DPRD Kabupaten Kepulauan Sula, melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kadis Perindakop, Djena Tidore, Perwakilan PTSP, Direktur SPBU Sanana dan Agen Minyak Tanah, PT. Sanana Lestari.
Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat I DPRD pada Selasa (5/7/2022), dihadiri KNPI, HMI, PMII dan GMNI.
RDP tersebut membahas terkait kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan antrian panjang kendaraan roda dua dan roda empat di depan Stasion Pengisihan Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berlokasi di Desa Mangon, Kecamatan Sanana.
“Untuk itu kami minta pihak Pemerintah Daerah dan aparat keamanan mari sama-sama kita bergandengan tangan biar sama-sama kita selesaikan masalah di lapangan untuk tindak oknum-oknum menyalahi minyak subsidi,”pinta Direktur SPBU Sanana Sahbudin A Latif kepada awak media sore tadi.
Lanjut Sahbudin, dengan adanya RDP ini dapat melahirkan solusi-solusi terbaik di lapangan nanti.

“Untuk manajemen sebenarnya kami sudah sesuai cuma dari Disperindag meminta tambahan,”ujarnya.
Dia mengatakan, dari Pertamina juga harus tau pasti kendraan oknum-oknum ini sudah normal atau belum, kalau oknum-oknum yang bermain di luar sudah normal berarti bisa ada tambahan.
“Untuk antisipasi Gengset, kami di SPBU sendiri sudah berkoordinasi dengan teknisi PLN mungkin dalam jangka waktu 2 bulan mereka bisa selesaikan persoalan Gengset ini, “Jelasnya.
Selain itu, Sahbudin bilang, Nosel untuk Dexlite dirubah dari Solar ke Dexlite karena solar hanya melayani secara khusus sehingga diganti dengan Dexlite yang dapat melayani secara menyeluruh.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perindakop, Djena Tidore mengatakan, RDP tadi menghasilkan beberapa rekomendasi.
“Untuk SPBU sendiri harus ada petugas keamanan untuk bisa melihat mobil-mobil yang berplat merah dan plat pribadi. Yang kedua soal manajemen SPBU yang harus di atur,”Jelas Djena.












