Transtimur.com – Ketua Anasua Jakarta Raya, Risman Panigfat SH.MH dengan tegas menolak 5 perusahan kayu yang rencana beroperasi di Wilayah Pulau Mangoli, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, Senin (6/6/2022).
Menurut Risman, lima perusahan kayu yang saat ini dalam proses kesiapan operasi kayu di wilayah Pulau Mangoli sangat membawa dampak buruk pada masayarakat Pulau Mangoli
“Kita berkaca pada presuahaan sebelumnya (Barito Mangoli Timber) yang beroprasi hanya meninggalkan kenangan pahit,”sambung Risman.
Misalanya, meninggalkan beban lingkungan yang buruk, diantaranya banjir yang melanda masyarakat di dataran Pulau Mangole dan serta dampak ekonomi yang tidak mensejahtarakan masyarakat setempat.
Buktinya lanjut fungsionaris PB HMI ini bahwa pascka selesai oprasinya perusahaan Barito di falabisahaya, Kecamatan Mangoli Utara, tidak ada dampak positif sedikitpun buat masyarakat Pulau Mangole.
“Maka bagi saya dengan oprasinya perusahaan PT. Sampoerna dan dua anak perusahaan lainnya yakni PT. Moderen dan PT. Mangtip hanya akan terjadi hal yang sama dan akan masyarakat yang akan mendapatkan beban tersebut,”tegas Risman.
Ia juga menegaskan, tingkat kepatuhan para pengusaha kayu terhadap perundangan-undangan juga masih sangat rendah, ditambah masalah korupsi perizinan yang meningkat, sehingga banyak supply kayu di pasaran yang tidak terdaftar dan terawasi.
“Maka secara tegas saya menolak perusahaan kayu yang tidak pro terhadap rakyat, apalagi hanya mau memperkaya sekelompok orang dan para pemangku kebijakan tertentu,”bebernya.
Tambah Risman, ketiga perusahan yang sementara dalam proses kesiapan operasi kayu di wilayah hutan Pulau Mangoli, kini masuk lagi salah satu perusahan baru yakni PT. Mangole Tunas Lestari yang beberapa hari lalau mereka baru saja selesai melakukan sosilisasi Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) di Desa Modapia.
“Saya juga dengan tegas menolak perusahan kayu yang rencana berioperasi di Desa Modapia yakni PT. Mangole Tunas Lestari yang baru saja selesai melakukan sosilisasi AMDAL,”jelasnya.
Selain empat perusahan tersebut, perusahan kayu yang sudah beroperasi dari Tahun 2021 lalu hingga saat ini yakni CV. Azzahra Karya agar segera angkar kaki dari wilayah Pulau Mangoli,tutupnya. (Red)












