Transtimur.com — Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Tablig, Desa Lelyaba Kecamatan Mangoli Barat, Kabupaten Kepualauan Sula Maluku Utara, resmi berbadan hukum.
Hal itu berdasarkan Surat Keputusan (SK) Badan Hukum yang diserahkan langsung Sekretaris Jendral (Sekjen) Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemdes PDTT) Taufik Majid pada Sabtu (28/5/2022).
Kepala Desa Lelyaba, Kecamatan Mangoli Barat Kepulauan Sula, Mudham Tuajo mengatakan, memang di awal kami melakukan pengusulan nama Bumdes setelah kami lengkapi administrasi berupa Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Bumdes dan SK, setelah itu kami melakukan pengusulan lagi untuk menyiapkan badan Hukumnya.
“Pengusulan itu kami usul langsung ke Kemendes dan di proses sehingga Badan Hukumnya kami bisa terima,”jelas.
untuk itu Lanjut Mudham, rencana ke depan kami akan tetap berpatokan pada AD/ART yang sudah di tetapkan karena di dalam badan hukum itu sudah jelas aturannya mulai dari penyertaan modal maupun PAD semua sudah di atur.
“Setelah balik ke desa kami akan buat rapat bersama dengan anggota Bumdes guna untuk sosialisasikan AD/ART itu, “Ujarnya.
“Untuk program yang sementara berjalan itu kami menggerakkan sektor perikanan budidaya dan mekanisme pengelolaan itu Bumdes sediakan fasilitas untuk nelayan, ” Sambung Kades.
Menurut Kades pihaknya sudah belanja fiber menggunakan anggaran Bumdes sebanyak 21 Unit kemudian menyiapkan rumah atau keramba ikan.
Prosesnya kata Mudham, nelayan tangkap kalau hasil tangkapan yang mati langsung di jual karena memang ada pengepul juga di sana dan yang hidup langsung di pindahkan ke keramba dan di pelihara sampai masuk ukuran langsung di pasarkan.
“Selain budidaya ikan kami juga merencanakan untuk budidaya lobster tapi nanti di saat Bumdes sudah berjalan bagus baru kami lakukan, karena potensi lobster kami juga dalam jangka waktu 3 bulan itu hasil tangkapan bisa berkisar ratusan kilo,”Beber kades.
Mudham menambahkan, untuk kendala yang kami lihat itu paling utama adalah pasaran, kemarin hasil panen budidaya kami masih jual lokal namun kalau jumlah banyak maka kami harus cari pasar di luar sanana. Kemarin kami sudah coba kirim ke manado dan sementara jalan, langsung masuk ke pabrik. Insya allah bagus.
“Untuk itu kami selaku pemerintah desa berharap dengan adanya Bumdes ini Masyarakat terus semangat dan mari sama-sama kita dorong perekonomian desa lewat Bumdes ini, “Tutupnya.












