Transtimur.com – Kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk mesin PT. Perusahan Listrik Negara (PLN) Persero Ranting Sanana, Wilayah Pulau Sulabesi, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara mencapai 20 ton per hari.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala PLN Persero Ranting Sanana Muhsin Rasay saat diwawancarai Transtimur.com di ruang kerjanya Selasa (24/5/22).
Muhsin tidak merincikan jumlah kuota yang digunakan karena kebutuhan kuota tergantung pemakaian beban.
“Kalau pemakaiannya banyak berarti pemakaian BBM besar kalau pemakaiannya kecil berarti pemakaian BBM tidak terlalu besar,”jelas Muhsin
“Tapi disini rata-rata itu hampir 20.000 liter, (20 ton) dalam satu hari, Jenis minyak B30 dan terhitung industri bukan supsidi, cuman karena proses pembayarannya di pusat kami disini hanya kirim laporan penerimaan dan pemakaian, “katanya.
Persoalan BBM yang tidak terpakai lanjut Muhsin pada saat mesin tidak beroprasi tetap masuk stok untuk di gunakan kembali.
“Tetap dijadikan stok tidak bisa keluar, nanti disaat mesin hidup baru dia jalan, itupun kita lihat dari penerimaan dari pertamina, karena kami punya tengki tampungan minyak cuman dua tangki dengan kapasitas 100 dan 50 ton, “Jelas Muhsin.
Dikatakan, penggunaan BBM untuk enam (6) mesin PLN Ranting Sanana dalam satu hari 20 ton kali satu bulan 500 ton.
“Sebenarnya kami punya permintaan minyak dalam satu bulan itu 600 ton, cuman karena kami punya tengki itu hanya 150 ton, jadi tidak mungkin angkat satu kali, maka di hari kerja di angkat lima sampai enam ret, karena takutnya stok habis, “Bebernya.
Muhsin menambahkan, semntara untuk stok pelumas (Oli) yang dipakai berkisar 100 liter untuk enam mesin per enam bulan.
“Sementara kalau oli tergantung dari pemeliharaan mesin, untuk PLN punya itu berkisar lima sampai enam bulan baru masuk, kebutuhannya berkisar 100 liter lebih, dan setiap enam bulan baru ganti, ” Imbuhnya. (***)












