Agenda Rotasi Pimpinan KAHMI Sula Jadi Perbincangan Publik

Aktivis HMI, Ikbal Buamona S.Pi

Oleh: Ikbal Buamona, S.Pi.

Aktivis HMI

Ruang Publik Kepulauan Sula belakangan ini sedang ramai memperbincangkan agenda rotasi pucuk pimpinan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) yang dinaungi seluruh Alumni HMI.

Perbincangan tersebut tentu memiliki alasan yang kuat bahwa dengan ramainya wacana Musayawarah Daerah (MUSDA) KAHMI Kepulauan Sula, dengan adanya ucapan selamat yang terus bertebaran di dinding Sosial Media, itu berarti memberikan penanda bahwa lembaga tersebut harus sadari sungguh menjadi perhatian semua kalangan khususnya yang pernah berproses di rumah Hijau Hitam.

Pegelaran musda merupakan penegasan atas rotasi pucuk kepemimpinan sebuah organisasi sebagai pilar pokok penentu masa depan KAHMI Kepulauan Sula. Hal ini bukan tanpa alasan, sebab musyawarah yang ideal dilaksanakan akan melahirkan kepemimpinan yang tepat. Dengan demikian rotasi kepengurusan KAHMI mampu di upgrade ke halaman yang lebih baik.

Musda KAHMI Sula yang akan di helat pada akhir Mei mendatang merupakan satu agenda penting untuk menjelaskan kepada publik bahwa KAHMI Sula masih tetap survive mengawal dinamika sosial kemasyarakatan. Akui tidak akui KAHMI adalah laboratorium pengetahuan sebagaimana terlihat secara kasat  dalam publik discourse, bahwa KAHMI mampu memberikan sumbangsi pengetahuan baik sosial, politik, dan ekonomi.

Sumbangsi tersebut dibuktikan dengan terdistribusinya alumni-alumni HMI dalam berbagai elemen baik di lembaga eksekutif maupun legislatif. Terdistribusinya alumni-alumni HMI di kedua lembaga tersebut dalam rangka untuk mengeksekusi sekaligus mengawal problem sosial yang ada di masyarakat yang kian hari terus merambah dan menjalar jauh di hadapan kita semua.

KAHMI dalam tinjauan sejarah adalah merupakan lembaga yang di bentuk untuk menyongsong pembaharuan intelektual karena secara jelas telah di ketahui bahwa yang berhimpun di KAHMI merupakan kelompok cendikia dan intelektual yang merupakan prodak dari HMI sehingga menjadi padu dalam satu basis intelektual yang terus hidup sebagai pondasi dalam menyongsong perubahan-perubahan sosial.

Selain demikian, KAHMI juga sebagai penuntun sekaligus penunjuk jalan untuk generasi HMI di masa mendatang agar bisa menyalurkan aspirasi serta menyokong mereka agar lebih aktif dan lebih konsisten untuk mengawal dinamika pembangunan daerah ini ke depan.

Jika di takar pada tema Musda yang bertajuk “Sinergi KAHMI Untuk Sula Bahagia” merupakan tema yang melatari jargon pemerintah daerah saat ini. Dengan demikian, KAHMI dalam kacamata publik bahwa sedang mereposisi kelembagaan demi menjahit sekaligus merawat keseimbangan dari sistem pemerintahan yang sedang berlangsung. Yang terpenting adalah bersinergi bukan untuk kepentingan kelompok tertentu tetapi bersinergi untuk menjadi penyuplai konsep dan pemberi warning jika pemerintah daerah mulai tidak berjalan pada rel yang sesungguhnya.

Dari aspek yang lain bahwa KAHMI merupakan wadah pemikiran-pemikiran kritis terus di produksi dan terus menjaga balancenya satu sistem yang sedang di bangun. Untuk terus hidup KAHMI di tuntut untuk menjadi satu tirakat yang mampu mengikat semua pemikiran kritis baik dari kader HMI maupun yang telah berhimpun di lembaga alumni tersebut. Semoga…