Transtimur.com – Tiga unsur Pimpinan DPRD dan 22 anggotanya menghilang saat Masa aksi dari 6 OKP Cipayung Plus tingkat Kabupaten Kepulauan Sula melakukan aksin unjuk rasa menolak kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax.
Masa aksi yang dilakukan oleh 6 OKP yakni KNPI, PMII, IMM, HMI, KAMMI dan LMND yang mengatasnakan Front Bersama melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Sula, namun gedung wakil wakil Rakyat terlihat kosong.
Amatan transtimur.com pada Senin (11/4/2022) menyebutkan tidak satupun anggota DPRD Sula yang berada di kantor.
Bukan hanya anggotanya para unsur pimpinan dan ketua DPRD sendiri pun tidak berkantor meskipun hari ini hari senin.
“Karena kantor ini kosong maka kami akan boikot Kantor DPRD Kepulauan Sula sebagai simbol bahwa anggota DPRD Sula tidak bertanggungjawab dengan permasalahan di daerah ini,”Teriak salah satu masa aksi di depan kantor DPRD Kepsul.
“Kemarin komisi II DPRD Kepsul melakukan sidak ke pertamina dalam rangka untuk mengecek harga BBM yang meloncak naik di Kepsul, namun hasil sidak sampe sejauh ini tidak di buka ke masyarakat,”Lanjutnya menutupi.












