Warga Demo Kades Pastabulu, Ini Tanggapan Inspektorat

Transtimur.com – Front gabungan antara masyarakat Desa Pastabulu dan Liga Mahasiswa Untuk Demokrasi (LMND) Kepulauan Sula melakukan aksi unjuk demontrasi di depan kantor Inspektorat Sula pada Kamis (24/3/2022).

Masa aksi mendesak Inspektur Inspektorat, Kamarudin Mahdi segera mengevaluasi kepala desa Pastabulu, Kecamatan Mangoli Utara, Hamdan Umasugi. Hamdan diduga menyelewengkan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran (TA) 2021.

Kordinator Aksi, Adrian Galela, dalam orasinya menyampaikan, Kepala Desa Pastabulu, Hamdan Umasugi diduga menyelewengkan anggaran Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk mesin listrik desa sebesar sebesar Rp 12 juta dari total Rp 62 juta yang sudah dicairkan.

Lanjut Adrian, dari anggaran 62 juta tersebut penjaga lampu listrik desa, Husni Tuara hanya menerima 50 juta, sisanya Rp 12 juta diduga disembunyikan oleh Kades Pastabulu Hamdan.

Bukan hanya anggaran listrik desa, kades juga diduga mencairkan anggaran sebesar Rp 59.541.000,00 untuk kegiatan Bimbingan Tekhnis (Bimtek) pengenalan kelompok Pertanian dan Peternakan namun kegiatan itu tidak dilaksanakan di Desa Pastabulu malah Kades melakukan Bimtek di Ambon, Maluku.

“Kades Pastabulu Hamdan Umasugi diduga melakukan pungutan uang terhadap nelayan di Desa Pastabulu dengan sebesar Rp 150. 000.00 dengan alasan tidak jelas,”ungkap Adrian.

Dikatakan Adrian, Masayarakat Desa Pastabulu sangat mengharapkan perhatian dari Pemerintah Daerah Sula, Khususnya Bupati Fifian Adeningsi Mus (FAM) agar segera mengevaluasi sekaligus mencopot Hamdan Umasugi dari jabatan Kades.

Terpisah, Inspektur Inspektorat Sula, Kamarudin Mahdi, langsung menanggapi aksi tersebut dengan menyampaikan dihadapan masa aksi bahwa dari poin yang di adukan hari ini telah di audit oleh Inspektur pembantu wilayah 1 yang wilayah pemeriksaannya di Kecamatan Mangoli utara dan sebagian Mangoli barat.

“Namun naskahnya masih dalam penyusunan, jadi sudah selesai di periksa sementara masih di susun naskahnya,”jelasnya.

“Terkait dengan subsidi BBM setelah kami kroscek ke lapangan katanya sudah di terima oleh penjaga lampu atas nama Husni Tuara. Itu menurut Husni Tuara tapi nanti di kroscek kembali oleh auditor,”Jelasnya.

Kamarudin mengatakan, untuk anggaran BIMTEK pengenalan teknologi tepat guna, setelah saya berkoordinasi dengan auditor atau pemeriksa bahwa anggaran ini betul salah sasaran harusnya BIMTEK di desa bukan di Kota Ambon.

“Anggaran tersebut sudah kami perintahkan untuk melakukan pengembalian dan itu dipastikan akan di kembalikan,”tegas Alumni IPDN itu.

 

Penulis: Ikbal BuamonaEditor: Lutfi Teapon