Transtimur.com – DPRD Kepulauan sula, Maluku Utara, menggelar Sidang Paripurna Perombakan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) pada Kamis (10/3/2022). Alhasil, perombakan AKD nampak partai oposisi telah menguasai Parlemen.
Betapa tidak, dari ketua DPRD, Wakil Ketua II DPRD hingga Ketiga ketua Komisi baru merupakan partai oposisi pada Pilkada 2020 lalu.
Ketua DPRD Kepsul Sinaryo Thes saat temui awak media mengatakan, Intinya dalam lembaga ini semua di atur berdasarkan undang – undang.
“Jadi di dalam DPRD itu setiap dua tahun sekali terjadi proses perombakan AKD,”Ujarnya.
Asenga sapaan akrab Sinaryo mengungkapkan, bahwa dalam proses perombakan ini menurut dia seni, seni berkomunikasi, seni menyampaikan pendapat dan bagaimana melakukan negosiasi, semua itu ada di DPRD.
“Nah proses ini kami pimpinan tidak mencampuri, semua di kembalikan ke anggota tergantung mereka senang di komisi mana dan memilih pemimpinnya di komisi masing-masing,” Ujar Senator dari Dapil III Pulau Mangoli itu.
“Pasca perombakan AKD ini mudah-mudahan berjalan lancar sesuai dengan harapan masyarakat karena mereka yang memilih ketua komisinya masing-masing,”tutup Politisi Partai Demokrat itu.
Sekedar diketahui, perombakan AKD hari ini nampak jelas bahwa parlemen dikuasai oleh partai opisisi, diamana ketua DPRD Sinaryo Thes dari frkasi Demokrat, Wakil Ketua II Hamja Umasangaji dari Nasdem.
Sedangkan ketua Komisi I dipimpin oleh Asiran Jodi alais La Jodi, dari Frkasi Demokrat, Ketua Komisi II Safrin Gailea dari Nasdem dan Ketua Komisi III M. Nhatsir Sangaji dari Gerindra.












