Transtimur.com – Kepala Sekolah SMA Muhammadia Falabesahaya, Kecamatan Mangoli Utara, Kepulauan Sula, didemo para siswa atas keterlambatan penyaluran anggaran Program Indonesa Pintar (PIP).
Selain masaala PIP, juga pembayaran gaji guru honorer yang sudah terlambat selama tiga bulan.
Atas berbagai masaalah itu, Kapala cabang dinas pendidikan (Kacab Diknas) Kepulauan Sula, Syawal Umanahu pun angkat bicara. Syawal menyebut kapala sekolah SMA Muhammadia Falabesahaya, Sutna umaternate ini sudah layak diganti.
“Seharusnya anggaran PIP itu disalurkan kepada siawa yang berhak dapat, kenapa kapala sekolah tidak memberikan? Kemudian pembayaran gaji guru honorer selama tiga bulan tahun 2021 tidak dibayar. Ini harus pertanyakan,” Ujurnya kepada wartawan saat ditemui diruang kerja, Senin (24/1/2022).
Ia menambahkan, gaji guru honor dibayar menggunakan Dana Bantuan Oprasional Sekolah (BOS) tahun 2021 sementara dana BOS 2021 sudah cair tiga tahap semua.
Begitu juga kegiatan esktrakulikuler, baik kegiatan paramuka maupun kegiatan Osis yang dilakukan oleh siswa – siswi di sekolah tidak pernah dihadiri oleh kepsek. Padahal yang bersangkutan berada di lingkungan falabisahaya.
“Ini menandakan kepsek, kurang memperhatikan atau menejmen sekolah kurang baik, sehingga mumcullah anggaran PIP tidak disalurkan kepada siswa, maupun gaji guru honor yang tidak dibayar selama tiga bulan,” ucapnya.
Untuk itu, kata syawal, pihaknya akan menyampaikan hal itu ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbut) Malut, selanjutnya Dikbut Malut akan berkordinasi dengan pihak yayasan muhammadian agar diganti kepsek ini.
“Persoalan ini, untuknya terjadi disekolah yayasan, kalu terjadi di sekolah negeri, maka lansun diberhentikan kepseknya,” tegas menetupi.












