GP Ansor dan PM Malut Apresiasi Gubernur Dorong Transformasi Digital dan Penguatan SDM

Ternate, Transtimur.com – Dua organisasi kepemudaan Islam di Maluku Utara, yakni Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) dan Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah, menyampaikan apresiasi atas komitmen Gubernur Sherly Tjoanda Laos dalam mendorong transformasi digital di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui penguatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Ketua PW GP Ansor Maluku Utara, Syarif Abdullah, menilai langkah Gubernur melakukan kunjungan belajar ke Jawa Timur sebagai bentuk kepemimpinan yang terbuka dan progresif. Menurutnya, belajar dari daerah dengan capaian SPBE yang tinggi mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan.

“Transformasi digital bukan sekadar modernisasi sistem, tetapi fondasi penting untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel. Prinsipnya, kami mendukung sekaligus siap mengawal agar transformasi ini benar-benar menyentuh pelayanan publik serta memberantas praktik birokrasi yang tidak efektif,” ujar Syarif. Selasa, (3/3/2026).

Ia menambahkan, penguatan regulasi pendukung seperti surat keputusan (SK) dan peraturan gubernur (Pergub) menjadi elemen krusial agar agenda transformasi memiliki landasan hukum yang kuat dan berkelanjutan.

Senada dengan itu, Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Maluku Utara, Muhammad Fadly, menegaskan bahwa digitalisasi pemerintahan saat ini bukan lagi pilihan, melainkan keharusan di tengah perkembangan teknologi yang kian pesat.

“Pelayanan publik harus beradaptasi agar semakin efektif, efisien, dan responsif. Digitalisasi akan meminimalisir birokrasi yang berbelit serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan pemerintah,” tegasnya.

Kedua organisasi tersebut juga mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Maluku Utara yang tidak hanya berfokus pada penguatan sistem pemerintahan digital, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Salah satunya melalui penguatan pendidikan vokasi serta rencana pengiriman putra-putri daerah untuk menempuh pendidikan di SMKN 4 Malang.

Menurut mereka, transformasi yang berkelanjutan harus bertumpu pada dua pilar utama, yakni sistem yang kuat dan SDM yang unggul. Kolaborasi antara pemerintah dan elemen kepemudaan dinilai penting untuk membangun ekosistem pemerintahan digital yang inklusif dan berdaya saing.

PW GP Ansor Maluku Utara dan PW Pemuda Muhammadiyah Maluku Utara pun menyatakan kesiapan untuk mendukung agenda tersebut melalui penguatan literasi digital, partisipasi dalam pengawasan publik, serta peningkatan kapasitas generasi muda.

Keduanya berharap langkah transformasi ini dijalankan secara konsisten dan berkesinambungan, sehingga Maluku Utara mampu menjadi provinsi unggul dalam pelayanan publik berbasis digital serta memiliki daya saing di tingkat nasional