Halteng, Transtimur.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Tengah secara resmi memaparkan transparansi progres program kerja selama satu tahun kepemimpinan Bupati Ikram Malan Sangadji dan Wakil Bupati Ahlan Djumadil (IMS-ADIL), melalui konferensi pers yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati, pada Rabu (31/12/2025).
Konferensi pers tersebut, dipimpin langsung oleh Bupati Halmahera Tengah bersama Wakil Bupati Ahlan Djumadil dan Sekertaris Daerah Bahri Sudirman, serta para kepala pimpinan OPD dilingkup Pemda Halteng.
Berdasarkan laporan capaian kinerja 1 tahun yang termuat dalam RPJMD, terdapat sejumlah program prioritas yang telah direalisasikan selama 2025. Program tersebut meliputi, Pendidikan dan Kesehatan gratis, Peningkatan insentif tokoh agama, Insentif ibu hamil, Lansia, Disabilitas, Janda dan Santunan Duka, serta Pembangunan Rumah Layak Huni (RLH).
Mencakup hal tersebut, Bupati Ikram Malan Sangadji, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa implementasi pada sektor pendidikan, terutama melalui program pendidikan gratis, ini meliputi dari seluruh jenjang pendidikan, mulai dari TK/PAUD, SD, SMP, SMA, hingga Perguruan Tinggi.
“Sementara, Alokasi anggaran Beasiswa Rp. 19.499.125.223, untuk mahasiswa dengan total penerima 2.999 orang yang terdiri dari, Sarjana (S-1), 2.624 orang, Pasca Sarjana (S-2), 303 orang, dan Doktoral, 10 orang,” bebernya.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah juga mencatat capaian signifikan dalam sektor kesehatan melalui Program PKG (Pelayanan Kesehatan Gratis) sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan primer.
“Hingga 29 Desember 2025 pukul 16.00 WIT, capaian PKG mencapai 71,91 %, tertinggi di Provinsi Maluku Utara. Capaian ini Melampaui target nasional sebesar 36 % dan Melampaui target Provinsi Maluku Utara sebesar 70 %,” ungkap Bupati.
Keberhasilan ini, Bupati sampaikan sebagai cerminan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan jaminan akses layanan kesehatan dasar yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.
“Untuk Percepatan Penurunan Stunting sebagai Prioritas Nasional, bahwa Penurunan stunting menjadi prioritas utama daerah sejalan dengan target nasional percepatan penurunan stunting dan pembangunan generasi unggul (Generasi Emas 2045),” ujar Bupati.
Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka prevalensi stunting Kabupaten Halmahera Tengah berhasil ditekan secara drastis dari 29,5 % pada tahun 2024 menjadi 14,7 persen, Atau menurun 9,8 persen, yang dirilis pada tahun 2025.
Sedangkan, berdasarkan SIGIZI KESGA Kementerian Kesehatan RI, prevalensi stunting sebelumnya tercatat di tahun 2022, 19,8 persen, dan melalui intervensi spesifik dan sensitif menunjukkan penurunan signifikan, dari Tahun 2023, 12,45 persen, Tahun 2024, 2,98 persen, dan di Tahun 2025, berhasil menurun 2,80 persen.
“Capaian ini merupakan hasil sinergi program kesehatan, gizi, sanitasi, perlindungan sosial, serta peran aktif pemerintah desa dan masyarakat, sesuai dengan pendekatan konvergensi stunting nasional,” kata Bupati.
Selanjutnya, tercatat pelayanan kesehatan gratis sepanjang tahun 2025, telah menjangkau 111.822 jiwa, terdiri dari 81.552 pasien rawat jalan puskesmas, 1.260 pasien rawat inap puskesmas, serta 29.010 pasien rawat jalan RSUD Weda.
Demi menunjang layanan tersebut, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran Rp7,4 miliar, dengan realisasi hingga Desember 2025 sebesar Rp4,08 miliar, termasuk pembiayaan rujukan ke (Ternate, Tidore, Tobelo, Manado, Makassar, hingga Jakarta).
Di bidang sosial dan keagamaan, pemerintah daerah menyalurkan insentif bagi 553 imam dan pendeta dengan total anggaran Rp8,76 miliar, serta santunan duka kepada 340 keluarga penerima sebesar Rp1,7 miliar.
Selain itu, insentif bagi ibu hamil dan menyusui menjangkau 2.687 orang dengan total anggaran Rp6,96 miliar, sementara bantuan bagi kelompok rentan meliputi disabilitas, yatim piatu, janda, dan lansia dengan total penerima 5.974 jiwa dan anggaran mencapai Rp27,93 miliar.
PEMBANGUNAN RUMAH LAYAK HUNI (RLH)
Sepanjang tahun 2025, total 418 unit RLH dibangun dan direhabilitasi dengan anggaran Rp103,2 miliar. Secara kumulatif dari tahun 2023 hingga 2025, total 2.412 unit RLH telah dicapai dengan menggunakan total anggaran Rp262,39 miliar.
Sementara dari sisi Kinerja Keuangan Daerah, Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Halmahera Tengah untuk tahun 2025 mencapai Rp388,98 miliar.
Angka ini melebihi target yang ditetapkan, mencapai 119,15%, menandakan kinerja fiskal daerah yang sangat baik.
Menutup konferensi pers tersebut, Bupati menegaskan bahwa capaian ini adalah hasil dari kerja sama dan sinergi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, DPRD, perangkat daerah, pemerintah desa, serta dukungan masyarakat dan media.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan yang berkelanjutan, meningkatkan pelayanan dasar, dan memastikan manfaat pembangunan dirasakan merata oleh seluruh masyarakat.










