Musda ke VI HIPMI Malut Digelar di Ternate, Dinamika Internal Kian Memanas

Ternate, Transtimur.co – pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) VI Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Maluku Utara dipastikan akan berlangsung pada 1 Desember 2025 di Sahid Bela Hotel, Kota Ternate. Penetapan Ternate sebagai tuan rumah Musda mendapat apresiasi dari Tim Pemenangan calon ketua umum, Firdaus Amir.

Juru Bicara Tim Firdaus Amir, Nurcholish Rustam, menyampaikan terima kasih kepada Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI serta Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, atas dukungan pemindahan lokasi Musda ke Ternate, yang dinilai sebagai daerah netral untuk menjaga kondusivitas organisasi.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada BPP HIPMI dan Ibu Gubernur yang mendukung pelaksanaan Musda di Ternate. Tim Firdaus Amir dan seluruh BPC pendukung siap menghadapi Musda, dan kami optimistis memenangkan pertarungan ini,” ujar Nurcholish, Kami (27/11/2025).

Ia juga berharap pelaksanaan Musda VI berjalan sesuai AD/ART dan Pedoman Organisasi HIPMI, sehingga proses regenerasi kepemimpinan HIPMI Maluku Utara dapat berlangsung secara sehat dan demokratis.

Sebelumnya, wacana penetapan lokasi Musda memanas setelah BPD HIPMI Maluku Utara bersama Steering Committee (SC) bersikeras ingin menggelar Musda di Kabupaten Pulau Morotai. Padahal, salah satu dari dua calon ketua umum Rio Pawane merupakan Wakil Bupati Morotai, sehingga lokasi tersebut dinilai berpotensi memunculkan konflik kepentingan.

Keputusan BPD dan SC tersebut juga bertentangan dengan instruksi Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) BPP HIPMI melalui surat resmi Nomor 2180/A-1/Sek/BPP/XI/25, yang menegaskan agar Musda dipusatkan di Ternate dengan mempertimbangkan surat rekomendasi Gubernur Maluku Utara.

Di tengah persiapan menuju Musda, dinamika internal organisasi kembali mencuat. Juru bicara Tim Firdaus Amir, Nurcholish Rustam, mempersoalkan netralitas Ketua BPD HIPMI Maluku Utara, Sofyan MU Sangaji.

Menurut laporan yang diterima Tim Firdaus, Sofyan diduga menunjukkan keberpihakan kepada calon ketua umum, Rio Pawane.

“Kami mendapat laporan bahwa Ketua BPD menghubungi beberapa ketua BPC dan diduga mengarahkan dukungan kepada Rio Pawane. Bahkan sebelum tahapan Musda dimulai, Sofyan disebut mempertemukan beberapa ketua BPC dengan Rio,” ungkap Nurcholish.

Selain mempertanyakan netralitas, Nurcholish juga menepis pernyataan Sofyan terkait jumlah voters Musda. Sofyan sebelumnya menyebut terdapat 44 voters, namun Tim Firdaus mengklaim data yang benar adalah 48 voters sesuai kriteria Pasal 13 ART HIPMI.

“Menurut hitungan kami, terdapat 48 voters dari 10 BPC. Jadi jumlah 44 voters yang disampaikan Sofyan itu keliru,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa BPC pendukung Firdaus Amir telah meminta SC untuk merilis matriks voters terbaru sejak sebelum asistensi tahap II pada 13 November 2025, namun hingga kini tidak mendapat respons. Hal itu memunculkan dugaan adanya kepentingan politis dalam penetapan jumlah voters.

“BPC pendukung sudah meminta rilis resmi matriks voters, tetapi tidak ditanggapi Steering Committee. Ini menimbulkan tanda tanya,” tutup Nurcholish.