Gus Dur dan Mengingat Lupa: Refleksi Muscab II IKA PMII Kepulauan Sula

Oleh: Mohtar Umasugi

Koordinator MD KAHMI Kepulauan Sula 

Menyebut nama Gus Dur selalu menghadirkan ruang renungan. Bagi saya, sosok almarhum Abdurrahman Wahid tidak hanya dikenal sebagai Presiden keempat Republik ini, tetapi juga sebagai tokoh yang membentuk tradisi intelektual, spiritual, dan pergerakan kader-kader muda Islam, termasuk di tubuh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Ungkapan beliau yang populer, “mengingat lupa,” bukan sekadar permainan kata, tetapi penanda betapa manusia, apalagi kader pergerakan, kerap terjebak pada kelupaan—baik terhadap sejarah, nilai perjuangan, maupun cita-cita besar yang seharusnya dijaga.

Di tengah pelaksanaan pembukaan Musyawarah Cabang (Muscab) II Ikatan Alumni PMII (IKA PMII) Kepulauan Sula untuk masa khidmat 2025–2030, saya merasakan betul relevansi ungkapan Gus Dur tersebut. Muscab ini mengangkat tema “Satu Pergerakan untuk Pembangunan Berkelanjutan,” yang sesungguhnya merupakan panggilan agar alumni tidak lupa pada ruh gerakan PMII. Alumni harus kembali mengingat bahwa organisasi ini didirikan untuk memperjuangkan nilai keadilan, menegakkan demokrasi, serta membela kaum lemah. Jika alumni terjebak pada pragmatisme kekuasaan, lupa akan akar sejarah dan idealisme, maka pergerakan akan kehilangan arah.

Secara historis, Gus Dur memiliki hubungan erat dengan PMII. Beliau bukan hanya seorang cendekiawan NU, melainkan juga pembela kebebasan berpikir kader PMII pada masa-masa sulit. Dari Gus Dur kita belajar bahwa tradisi intelektual alumni tidak boleh padam. Kritis, pluralis, dan berpihak pada yang lemah adalah nilai yang diwariskan. Maka, dalam konteks Muscab II IKA PMII Kepulauan Sula, inspirasi itu seharusnya menuntun kita: bagaimana alumni menjadikan organisasi sebagai ruang bertemu gagasan, bukan sekadar ajang berebut posisi.

IKA PMII Kepulauan Sula memiliki modal besar. Banyak alumni kini berkiprah di ranah politik, birokrasi, usaha, hingga akademik. Modal sosial ini jika disatukan dapat menjadi kekuatan strategis untuk mengawal pembangunan Kepulauan Sula. Namun, perlu ditegaskan: alumni jangan sampai “lupa” peran strategisnya. Mengingat dalam arti Gus Dur adalah kembali pada komitmen perjuangan, sementara lupa adalah jebakan pragmatisme yang sering mengikis solidaritas dan cita-cita besar.

Sebagai Koordinator Presidium MD KAHMI Kepulauan Sula, saya merasa terhormat ketika diundang hadir dalam Muscab II ini. Bagi saya, hadir di tengah sahabat-sahabat alumni PMII adalah ruang silaturahmi yang menghangatkan sekaligus ruang refleksi. PMII dan HMI dalam sejarah panjangnya adalah dua organisasi kader yang sering berjalan beriringan, saling memberi warna, dan melahirkan tradisi intelektual yang kaya. Saya percaya, sinergi antar-alumni di daerah seperti Kabupaten Kepulauan Sula sangat penting untuk melahirkan gagasan-gagasan besar yang mendorong pembangunan berkelanjutan.

Analisisnya, ada dua hal yang seharusnya menjadi agenda IKA PMII Kepulauan Sula ke depan. Pertama, memperkuat basis gagasan melalui forum-forum intelektual agar alumni tetap menjadi kelompok strategis dalam memberikan masukan kebijakan daerah. Kedua, membangun kolaborasi dengan berbagai elemen—termasuk pemerintah, dunia usaha, dan organisasi masyarakat sipil—agar visi pembangunan berkelanjutan tidak berhenti sebagai jargon, melainkan terwujud dalam kerja nyata.

Dengan segala kerendahan hati, saya menuliskan refleksi ini bukan untuk menilai atau menghakimi, melainkan sebagai ikhtiar saling mengingatkan sesama alumni. Muscab II IKA PMII Kepulauan Sula adalah momentum penting untuk meneguhkan kembali nilai perjuangan, agar alumni tidak hanya hadir di ruang-ruang seremonial, tetapi benar-benar menjadi motor perubahan. Inspirasi Gus Dur tentang “mengingat lupa” hendaknya menjadi cahaya yang menuntun kita, agar IKA PMII Kepulauan Sula benar-benar memberi arti bagi masyarakat, bangsa, dan daerah tercinta.

Akhirnya atas nama Presidium, Pengurus MD KAHMI Kepulauan Sula Dan Seluruh Alumni HMI Mengucapkan Selamat Dan Sukses Atas Pelaksanaan Muscab Ke-II Ikatan Alumni PMII Kepulauan Sula, Masa Khidmat 2025-2030.