Halteng, Transtimur.com – Perusahaan tambang yang berkonstribusi membangun sekolah masih terhitung jari dan terbilang program langka di Indonesia pada umumnya dan terkhusus di Maluku Utara.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Forum Mahasiswa Maluku Utara (PB FORMMALUT) Jabodetabek, Hamdan Halil, yang menyebutkan PT. Smart Marsindo menjadi yang pertama dan satu-satunya di Maluku Utara dari 3 Perusahaan tambang di Indonesia yang melakukan hal tersebut.
Ia mengatakan, Perusahan tambang PT. Smart Marsindo yang beroperasi di Pulau Gebe, ini patut mendapat apresiasi publik. Bahkan PT. Smart Marsindo hanya memiliki luas area konsesi sebesar 666,30 Hektar.
“Namun, hanya saja tidak memiliki sense of crysis dan komitmen maju sejahteraan bersama masyarakat,” ujar Hamdan dalam pernyataannya, Minggu (23/08/2025).
Menurutnya, Smart Marsindo terpantau melalui kegiatan realisasi program pemberdayaan masyarakat (PPM/CSR) tak tanggung-tanggung menunjukan komitmen membangun dan berdaya bersama masyarakat dengan melalui berbagai program, baik bantuan dan dukungan fasilitas kesehatan, bantuan pendidikan, dan fasilitas penunjang aksesibilitas penghubung antar Pulau.
“Smart Marsindo sejauh ini telah menyerahkan bantuan 1 unit perahu longboat dilengkapi 4 unit mesin Yamaha 40 PK dan baju pelampung kepada masyarakat Desa Umiyal, bantuan mobil ambulance, bantuan puluhan unit laptop kepada siswa, Bantuan satu unit truk angkutan sampah dan bus sekolah,” beber Hamdan.
Hamdan mengungkapkan, Terbaru Smart Marsindo membangun Gedung SMA dengan nilai fantastis. Selain itu, pembangunan ini merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap optimalisasi pendidikan kepada masyarakat Pulau Gebe mengingat Gedung sekolah yang lama dianggap sudah tidak memadai.
Selaku Alumni sekaligus Mantan Ketua OSIS SMA Negeri 3 Halmahera Tengah, Hamdan Halil juga mengakui bahwa pihak sekolah, camat, pemerintah daerah dan masyarakat luas antusias menyambut baik pembangunan ini. Pembangunan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan motivasi bagi siswa dan guru.
“Sebagai Alumni tentu menjadi kebahagian tersendiri, karena perusahaan sangat responsif menjawab kebutuhan masyarakat Pulau Gebe,” katanya.
Hamdan menambahkan, PT Smart Marsindo, perannya tidak hanya sebagai pelaku industri tambang, tetapi juga sebagai mitra pembangunan daerah.
“Ini patut diberi apresiasi agar semangat pengelolaan sumber daya alam menyelaraskan fungsi produksi, fungsi sosial dan fungsi ekologis, yang berdampak pada penguatan pembangunan SDM, sosial ekonomi rakyat, disamping, menjaga daya dukung lingkungan,” tutup Hamdan, sembari mengajak perusahaan lainnya mengambil keteladanan dari PT. Smart Marsindo.
Diketahui, berdasarkan penelusuran, PB FORMMALUT Jabodetabek, tercatat 3 perusahan tambang yang bangun sekolah di Indonesia diantaranya:
- PT Smart Marsindo: Membangun gedung SMAN 3 Halteng di Pulau Gebe, Halmahera Tengah, Prov. Maluku Utara. Peletakan batu pertama direncanakan pada 03 September 2025 dengan luas lahan 1 hektar yang telah disiapkan Pemerintah Daerah Halmahera Tengah, lokasi Desa Sonof Kacepo Kec. Pulau Gebe.
- PT Freeport Indonesia: Membangun sekolah TK Mamunuok di Kampung Utikini Baru, Mimika.
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI): Membangun sekolah PAUD Al Ikhlas di Desa Cikeas Udik, Gunung Putri, Kabupaten Bogor.
Meskipun beberapa terkategori kerja sama pendidikan dan fasilitas pendukung diantaranya:
- PT Vale Indonesia Tbk: Bekerjasama dengan Unhas untuk membangun sekolah vokasi pertambangan di Luwu Timur.
- PT Bukit Asam Tbk (PTBA): Meresmikan gedung sekolah bertaraf internasional di Muara Enim.
- PT Timah Tbk: Mendukung sektor pendidikan di Kabupaten Karimun, termasuk pembangunan pagar sekolah PAUD Sawang.












