Jakarta,transtimur.com – Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) di Pasar Spot Rotterdam mencatat kenaikan sebesar 0,73% menjadi US$ 1032.5 per Metrik Ton dari penutupan sebelumnya.
Ini menandai momentum positif setelah harga CPO sempat mencapai level tertinggi sejak beberapa bulan terakhir, yakni US$ 1.160 per Metrik Ton pada Rabu, 03 April 2024.
Melihat tren lebih luas, harga CPO di Pasar Spot Rotterdam naik sebesar 14,09% (year to date/ytd) dibandingkan dengan awal tahun ini. Juga, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, tercatat kenaikan sebesar 11,32% (year on year/yoy).
Sementara di dalam negeri, harga minyak sawit di pasar spot Medan sempat mencapai titik tertinggi sebesar Rp 15,41 ribu per kg pada penutupan perdagangan Rabu, 17 April 2024.
Namun, catatan pergerakan harga CPO tidak lepas dari kebijakan pemerintah terkait ekspor minyak goreng dan CPO. Sejak larangan ekspor diberlakukan pada 28 April 2022, harga CPO di pasar spot Medan mengalami penurunan signifikan hingga mencapai titik terendahnya, yaitu Rp24.085,37 per kg pada 20 Mei 2022. Namun, pembukaan kembali ekspor pada 23 Mei 2022 memulai tren kenaikan harga.
Meski begitu, dampak kenaikan harga CPO juga dirasakan oleh konsumen minyak goreng di dalam negeri. Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional mencatat bahwa harga minyak goreng di beberapa wilayah Indonesia masih cukup tinggi, dengan harga di atas Rp 20 ribu per kg.
Misalnya, di Maluku Utara, harga minyak goreng mencapai Rp 25.700 per kg, sementara di Sulawesi Selatan, Gorontalo, Sumatera Barat, dan sebagian Kalimantan Utara, harga minyak goreng berkisar antara Rp 20.700 hingga Rp 24.300 per kg. Hal ini menjadi tantangan bagi konsumen Indonesia dalam menghadapi kenaikan harga bahan pokok.












